Repelita, Jakarta 22 Desember 2024 - Pameran lukisan bertajuk "Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan" karya seniman Yos Suprapto kini menjadi topik hangat di media sosial setelah lima dari 36 lukisan yang seharusnya dipamerkan di Galeri Nasional pada 20 Desember 2024 hingga 19 Januari 2025 diturunkan.
Kontroversi muncul karena sejumlah lukisan Yos Suprapto dianggap terlalu vulgar dan mengandung kritik terhadap salah satu tokoh. Dalam diskusi daring, banyak warganet berpendapat bahwa tokoh pria dalam lukisan tersebut mirip dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pembredelan lukisan-lukisan ini memicu berbagai opini mengenai kebebasan berekspresi. Beberapa pengguna media sosial menyatakan bahwa langkah tersebut justru memperbesar perhatian publik terhadap karya seni yang dibredel, menjadikannya semakin dikenal oleh masyarakat.
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, turut memberikan pandangannya melalui akun X-nya. Dalam sebuah cuitan, Anies menyampaikan bahwa seni tidak dapat dibungkam dan akan selalu menemukan jalannya meski dihadang. "Kadang, cara terbaik menggaunglantangkan sesuatu adalah dengan mencoba menutupinya," tulisnya.
Pernyataan tersebut mendapat sambutan luas dari warganet. Hingga kini, cuitan Anies telah disukai lebih dari 53 ribu pengguna dengan ratusan komentar. Beberapa warganet mengungkapkan bahwa pembredelan ini justru memperkenalkan karya Yos Suprapto kepada khalayak yang lebih luas.
"Bener banget, kalau nggak ada pelarangan ini kayaknya saya nggak akan tahu kalau ada lukisan-lukisan ini. Semakin dilarang, maka eksistensi seni tersebut akan semakin muncul ke permukaan," cuit akun @skm***.
Pengguna lain juga menanggapi bahwa pembredelan ini menegaskan kenyataan yang digambarkan dalam lukisan tersebut. "Yang tadinya nggak nyadar mau ada pameran lukisan itu malah jadi lihat semua karyanya ya. Allah selalu ngasih jalan ngeliatin mana yang bobrok," komentar akun @tjam***. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok