Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads


Indonesia Tidak Gelap tapi Sudah Gulita, Adi Prayitno: Bagaimana Perasaanmu Pendukung 01 dan 03?

PPI: KIM Plus Nilai PDIP Lempar Batu Sembunyi Tangan soal PPN Menjadi 12%

Repelita Jakarta - Pengamat politik Adi Prayitno menyoroti kondisi Indonesia di awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang ia anggap suram.

Adi menyindir para pendukung calon presiden dalam Pemilu 2024.

“Melihat situasi negara saat ini, bagaimana perasaanmu wahai pendukung capres nomor 1, nomor 2, dan nomor 3? Happy atau sedih kah?” ujar Adi di X @Adiprayitno_20.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya lebih memilih untuk tetap terlihat bahagia, meski situasi politik dan pemerintahan saat ini dinilai penuh tantangan.

"Kalo awak selalu ingin terlihat happy dalam kondisi apapun," tandasnya.

Sebelumnya, ekonom Bhima Yudhistira mengeluarkan pernyataan tajam terkait kondisi ekonomi Indonesia di tahun 2025.

Dikatakan Bhima, situasi saat ini bukan sekadar gelap, melainkan sudah memasuki fase gulita.

"Indonesia bukan gelap lagi yah, udah gulita. Karena baru pada 2025 ini kegelapan itu semakin gelap dari segi kondisi objektif ekonomi," ujar Bhima dalam sebuah podcast bersama Bambang Widjojanto.

Bhima menjelaskan bahwa daya beli masyarakat kelas menengah kini semakin terhimpit, sementara bantuan sosial sudah mulai berkurang.

Kondisi ini bertemu dengan ketidakpuasan masyarakat yang semakin meluas, terutama akibat kebijakan efisiensi pelayanan publik.

"Pelayanan publik kena efisiensi. Sementara CPNS, teman-teman sudah resign dari kerjaan tiba-tiba pengangkatan CPNS ditunda," tambahnya.

Salah satu dampak paling mencolok adalah ketidakpastian bagi Calon Pegawai Negeri Sipil dan Aparatur Sipil Negara.

Bhima menyinggung bagaimana untuk pertama kalinya, ASN mengalami kondisi seperti pengangguran.

"Pertama kalinya ada ASN yang luntang-lantung nasibnya sama kayak pengangguran. Itu baru terjadi sekarang," tegasnya.

Bhima menyebut bahwa pengangkatan CPNS yang dijanjikan pada Februari hingga Maret 2025 kini mengalami penundaan tanpa kejelasan, sementara rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja baru direncanakan pada 2026.

"Selama itu mereka ngapain? Negara belum menanggung gaji, dia belum diangkat jadi gak ada kerjaan," katanya.

Akibat ketidakpastian ini, banyak CPNS yang sudah terlanjur mengambil kontrak kerja baru atau bahkan mencicil kendaraan untuk ke kantor, kini kebingungan dengan nasib mereka.

"Sebagian sudah pindah kontrak, nyicil kendaraan bermotor untuk ke kantor. Inilah luntang-lantung," kuncinya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Bottom Post Ads

Copyright © 2024 - Repelita.id | All Right Reserved