Repelita Jakarta - Raffi Ahmad menyampaikan permintaan maaf usai mendapat teguran dari Majelis Ulama Indonesia terkait candaan tentang janda dalam acara televisi yang dipandunya. Ucapan tersebut dinilai masuk kategori kekerasan verbal yang tidak pantas ditayangkan, terutama di bulan Ramadan.
MUI bersama Komisi Penyiaran Indonesia memang tengah melakukan pemantauan terhadap konten siaran televisi selama Ramadan. Dari hasil pengawasan, candaan Raffi dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai yang seharusnya disampaikan di bulan suci ini.
Menyadari kekeliruannya, Raffi Ahmad segera mengambil sikap. Ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan telah berkomunikasi langsung dengan Ketua MUI, KH Masduki Baidlowi.
"Saya mengapresiasi langkah MUI dalam meningkatkan kualitas siaran TV Ramadan. Saya sudah komunikasi dengan Ketua MUI dan menyampaikan permohonan maaf kepada beliau serta kepada MUI," ujar Raffi.
Raffi mengaku candaan tersebut bukan bermaksud menyakiti siapa pun dan terjadi secara spontan. "Ini jadi pelajaran penting bagi saya. Ini bukan kesengajaan, semata-mata karena refleks. Saya berkomitmen, Insya Allah untuk siaran ke depan akan lebih baik lagi," lanjutnya.
Selain itu, Raffi berencana menemui pihak MUI setelah Lebaran untuk menjalin kerja sama dalam pembinaan generasi muda, khususnya generasi muda Islam.
"Setelah Lebaran, kami selaku Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni akan melakukan kerja sama dengan MUI dalam pembinaan generasi muda," kata Raffi.
Menanggapi permintaan maaf tersebut, Ketua MUI Bidang Infokom, KH Masduki Baidlowi, mengapresiasi langkah cepat dan terbuka dari Raffi Ahmad.
"Pengawasan MUI bertujuan mewujudkan kebaikan bersama agar lembaga penyiaran dapat menyiarkan hal positif bagi publik, terlebih di bulan Ramadan. Kami mengapresiasi inisiatif Raffi untuk terus memperbaiki diri," ujar KH Masduki Baidlowi. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok