Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads


Teror Bangkai Tikus di Kantor Tempo, Hersubeno Arief: Ada yang Ingin Mengadu Domba?

Profil Hersubeno Arief yang Dipolisikan PDIP DKI karena Sebarkan Info  Megawati Koma - TribunnewsWiki.com

Repelita Jakarta - Teror terhadap majalah Tempo kembali terjadi dan memicu kekhawatiran di kalangan jurnalis serta masyarakat luas.

Setelah sebelumnya salah satu wartawan Tempo, Fransiska Christi Rosana atau Cica, menerima kiriman kepala babi dengan telinga yang telah terpotong, kini kantor Tempo kembali diteror dengan kiriman enam bangkai tikus yang kepalanya dipenggal.

Aksi ini dinilai sebagai upaya menciptakan horor dan intimidasi, khususnya terhadap Tempo dan komunitas media secara umum.

Jurnalis senior Hersubeno Arief turut memberikan pandangannya terkait teror yang dialami Tempo.

Hersubeno melihat bahwa aksi ini tampaknya dirancang untuk menciptakan ketakutan, baik di kalangan jurnalis Tempo maupun komunitas media secara luas.

Simbol kepala babi dan bangkai tikus, menurut Hersubeno, memiliki makna intimidatif yang kuat dan sengaja dipilih untuk memberikan efek psikologis yang mendalam.

“Kalau di media sosial, saya membaca, banyak yang langsung sampai pada kesimpulan bahwa ini jelas ada kaitannya dengan rezim yang kini tengah berkuasa,” ujarnya.

Baca Juga

Namun, Hersubeno mengingatkan agar publik tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa teror ini berkaitan langsung dengan rezim yang sedang berkuasa.

“Tapi jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan, ya. Bisa jadi pelaku sesungguhnya itu tidak ada kaitannya dengan rezim, tapi justru mereka yang ingin menjatuhkan rezim dengan cara memperburuk citra pemerintahan Prabowo,” lanjutnya.

Meskipun Tempo dikenal kerap mengkritik pemerintah, baik di era Joko Widodo maupun di masa pemerintahan Prabowo Subianto, Hersubeno mengajukan kemungkinan lain.

Menurutnya, pelaku bisa saja berasal dari pihak yang justru ingin memperburuk citra pemerintahan Prabowo dengan menciptakan kekacauan dan mengadu domba berbagai pihak.

Ia menyiratkan bahwa ada kemungkinan pihak tertentu yang sengaja melakukan teror ini untuk memicu krisis yang dapat melemahkan pemerintah.

“Nah, silakan menduga-duga, siapa yang diuntungkan kalau kemudian muncul kekacauan dan rezim Prabowo tumbang?” ucapnya.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya langkah cepat dari pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini secara tuntas dan menghindari munculnya spekulasi liar yang hanya akan memperburuk situasi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Bottom Post Ads

Copyright © 2024 - Repelita.id | All Right Reserved