Repelita Jakarta - CEO Danantara, Rosan Roeslani, secara resmi mengumumkan struktur kepengurusan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, yang ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat.
Thaksin Shinawatra merupakan politikus yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand dari 2001 hingga 2006. Namun, ia kemudian digulingkan melalui kudeta militer saat berada di Amerika Serikat untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tak lama setelahnya, ia memilih kabur ke Inggris pada 2008.
Thaksin menjadi buron selama 15 tahun akibat kasus konflik kepentingan dalam skandal korupsi tanah di Thailand. Ia terbukti membantu istrinya membeli tanah seluas 5,3 hektare dari lembaga negara dengan harga lebih rendah dari pasaran. Setelah buron selama lebih dari satu dekade, pada 2023, ia akhirnya kembali ke Thailand dan langsung dijebloskan ke penjara.
Meski awalnya divonis hukuman 8 tahun penjara, Thaksin hanya menjalani satu tahun masa tahanan setelah mendapatkan pengampunan dari Raja Thailand. Selama menjalani hukuman, ia tidak dipenjara di sel biasa, melainkan dirawat di rumah sakit mewah.
Setelah bebas pada 18 Februari 2024, dinasti politik Thaksin kembali mencuat di Thailand. Putrinya, Paetongtarn Shinawatra, kini menjabat sebagai Perdana Menteri menggantikan Srettha Thavisin yang dicopot oleh Mahkamah Konstitusi Thailand.
Penunjukan Thaksin sebagai penasihat di Danantara pun menuai sorotan. Banyak pihak mempertanyakan keputusan tersebut, mengingat rekam jejaknya yang pernah menjadi buronan kasus korupsi selama bertahun-tahun. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok