Berita, Nasional

10 Jam Terjepit Gerbong KRL Bekasi, Mia Citra Meninggal Usai Keinginan Terakhirnya Dipenuhi Sang Ibu

Repelita.id

29 April 2026 21:24 WIB

10 Jam Terjepit Gerbong KRL Bekasi, Mia Citra Meninggal Usai Keinginan Terakhirnya Dipenuhi Sang Ibu
Foto: Istimewa

Repelita Bekasi - Mia Citra Rumaisha, seorang perempuan berusia 25 tahun, menjadi korban terakhir yang berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat dari dalam gerbong kereta rel listrik yang ringsek parah di Stasiun Bekasi Timur pasca kecelakaan maut dengan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin malam, 27 April 2026.

Ia harus bertahan selama kurang lebih sepuluh jam lamanya terperangkap di dalam reruntuhan besi yang hancur sebelum akhirnya tim gabungan berhasil mengeluarkan tubuhnya pada Selasa pagi sekitar pukul 06.00 waktu setempat.

ADVERTISEMENT

Martono, paman dari Mia, menceritakan bahwa proses evakuasi keponakannya berlangsung sangat dramatis dan memakan waktu lama karena kondisi gerbong yang ringsek membuat petugas kesulitan menjangkau posisi korban.

"Baru dievakuasi yang korban terakhir, jam 6 pagi kurang lebih, dari stasiun Bekasi Timur dibawa ke rumah sakit sini," ujar Martono saat ditemui di RSUD Kota Bekasi.

Setelah berhasil dikeluarkan dari puing-puing kereta, Mia segera dilarikan ke Unit Gawat Darurat RSUD Kota Bekasi dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan luka fisik yang tampak hanya pada bagian kaki.

Namun benturan keras yang dialaminya saat kecelakaan ternyata menyebabkan cedera internal yang sangat serius pada organ-organ dalam tubuh warga Tambun Selatan tersebut.

"Kalau luka secara fisik itu, ya di kaki saja. Lukanya enggak kelihatan, luka dalem," tambah Martono menggambarkan kondisi keponakannya.

Usai menjalani operasi darurat, kondisi kesehatan Mia sempat menunjukkan tanda-tanda stabil dan pada Rabu pagi, 29 April 2026, ia bahkan sempat sadar dan bisa berkomunikasi dengan kedua orang tuanya.

Dalam momen singkat yang penuh haru tersebut, Mia menyampaikan sebuah keinginan sederhana kepada sang ayah bernama Muhammad Hamid untuk meminta bubur sumsum kesukaannya.

"Terakhir cuma ngomong 'pak minta bubur', dia minta bubur sumsum," kenang Hamid dengan suara bergetar mengenang percakapan terakhir dengan putri kesayangannya.

Sang ibu segera bergegas membelikan bubur sumsum yang diminta dan menyuapkannya secara perlahan kepada Mia, menciptakan kenangan terakhir yang penuh kasih antara orang tua dan anak.

Tak lama setelah menyantap bubur sumsum tersebut, kondisi fisik Mia tiba-tiba menurun drastis sehingga tim medis memutuskan untuk memindahkannya ke ruang perawatan intensif.

Ika, istri dari Martono, mengaku sangat terkejut dengan perubahan cepat kondisi Mia karena ia baru sampai di rumah sakit sekitar pukul 08.30 setelah mendapat kabar bahwa keponakannya sedang kritis.

Namun ketika tiba di lokasi, Ika mendapati bahwa Mia telah dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter yang merawatnya.

Dokter menyatakan bahwa Mia Citra Rumaisha menghembuskan napas terakhir pada pukul 09.00 WIB di RSUD Kota Bekasi setelah berjuang melawan luka-lukanya selama kurang lebih dua hari.

Martono menjelaskan bahwa penyebab kematian keponakannya tersebut berkaitan dengan kondisi pembuluh darah yang tidak normal dan akhirnya pecah akibat trauma benturan keras kecelakaan.

"Tadi jam 9 lewat dinyatakan meninggal. Ada pembuluh darah yang nggak normal, jadi pecah, gitu," jelas Martono dengan mata berkaca-kaca.

Kini jenazah Mia Citra telah dibawa keluar dari RSUD Kota Bekasi menuju rumah duka di kawasan Tambun Selatan untuk disalatkan dan didoakan oleh keluarga serta kerabat terdekat.

Setelah seluruh prosesi di rumah duka selesai dilaksanakan, pihak keluarga akan membawa almarhumah menuju kampung halamannya di Ngawi, Jawa Timur untuk dimakamkan di tanah kelahiran sebagai tempat peristirahatan terakhir.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung