Berita, Internasional

10 WN Malaysia Diculik Israel, Anwar Ibrahim Kecam Pembajakan Kapal Bantuan Gaza

Repelita.id

30 April 2026 23:01 WIB

10 WN Malaysia Diculik Israel, Anwar Ibrahim Kecam Pembajakan Kapal Bantuan Gaza
Foto: Istimewa

Repelita Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengutuk keras tindakan Israel yang menahan kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) di perairan internasional, Kamis (30/4/2026).

Dalam pernyataan resminya, Anwar menyebut aksi tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum maritim dan menyerupai tindakan perompakan yang keji.

ADVERTISEMENT

"Saya mengutuk tindakan kekerasan rezim Zionis Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional, yang merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum maritim dan menyerupai tindakan perompakan yang mencemari prinsip kemanusiaan universal," kata Anwar Ibrahim.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Perdana Menteri Malaysia melalui Telegram, sedikitnya 22 kapal GSF yang berlayar dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 dibajak Israel saat melintas di perairan internasional dekat Pulau Crete, Yunani.

Dari 22 kapal yang dibajak tersebut, enam di antaranya membawa serta 10 warga negara Malaysia yang ikut serta dalam misi kemanusiaan menembus blokade Gaza.

Kesepuluh warga Malaysia yang menjadi korban penculikan adalah Zainal Rashid Ahmad, Osman Zolkifli, Dr Jihan Alya Mohd Nordin, Mohd Shamsir Mohd Isa, Hazwan Hazim Dermawan, Mohd Hanafi Mohd Salim, Ahmad Musa Al-Nuwayri Kamaruzaman, Norhelmi Ab Ghani, Mohd Redzal Amzah, dan Muhamad Muhsin Zaidi.

PM Anwar mendesak semua pihak segera mengambil tindakan dan memastikan tidak ada kekerasan terhadap seluruh aktivis yang saat ini ditahan dan terputus komunikasi.

"Keselamatan mereka harus dijamin tanpa kompromi," tegas Anwar dalam pernyataannya.

Pemerintah Malaysia juga sedang berkomunikasi dan bekerja sama erat dengan negara-negara sahabat untuk memastikan para aktivis segera dibebaskan.

Insiden pembajakan ini terjadi pada Rabu malam, 29 April 2026, saat armada GSF sedang berlayar di perairan internasional sekitar 656 mil laut dari bibir pantai Gaza.

Pasukan Israel dilaporkan melepaskan tembakan peringatan dan menggunakan gangguan frekuensi radio untuk melumpuhkan komunikasi para aktivis.

Sumud Nusantara Command Center (SNCC) mengkonfirmasi bahwa sebanyak 175 aktivis dari berbagai negara telah diculik dan dibawa ke Israel menggunakan kapal milik rezim Zionis.

Menteri Besar Selangor, Datuk Seri Amirudin Shari, juga mengecam tindakan Israel dan menyebut rezim tersebut sebagai "lanun pembunuh" yang melanggar undang-undang perairan internasional.

Misi Global Sumud Flotilla 2.0 sendiri merupakan konvoi internasional yang membawa bantuan kemanusiaan untuk memecah blokade Israel terhadap Jalur Gaza yang telah berlangsung sejak 2007.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung