Berita, Nasional

18 prajurit TNI mendadak jadi sopir truk BBM Pertamina di Sumut, terungkap alasan sebenarnya

Repelita.id

18 July 2026 19:58 WIB

18 prajurit TNI mendadak jadi sopir truk BBM Pertamina di Sumut, terungkap alasan sebenarnya
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pihak TNI Angkatan Darat memberikan penjelasan resmi terkait keterlibatan 18 prajurit yang ditugaskan sebagai pengemudi truk tangki bahan bakar minyak di Sumatera Utara.

Langkah ini sempat menuai perbincangan luas dari masyarakat. Pihak militer menegaskan bahwa kebijakan tersebut sama sekali tidak bertujuan mengambil alih peran maupun wewenang Pertamina beserta mitra kerjanya.

ADVERTISEMENT

Pengerahan personel ini merupakan langkah bantuan sementara guna menjamin kelancaran pasokan energi bagi masyarakat di tengah fenomena antrean panjang yang terjadi di wilayah tersebut.

Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, menyampaikan bahwa bantuan tenaga ini diberikan atas dasar permohonan resmi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan PT Elnusa Petrofin.

Ia menyatakan bahwa kehadiran prajurit di lapangan adalah bentuk nyata sinergi antarlembaga untuk memastikan stabilitas suplai energi tetap terjaga.

"Keterlibatan personel TNI AD bukan mengambil alih tugas maupun kewenangan Pertamina ataupun PT Elnusa Petrofin, melainkan merupakan bentuk sinergi antarlembaga untuk memastikan distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan lancar," terang Sandy melalui keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).

Menanggapi permohonan tersebut, Kodam I/Bukit Barisan menugaskan 18 personel yang telah memenuhi syarat serta memiliki kompetensi mengoperasikan kendaraan berat.

Para prajurit terpilih dinilai mampu membantu optimalisasi operasional logistik BBM sehingga diharapkan mempercepat proses penyaluran kepada warga.

"Menugaskan 18 personel yang memiliki kualifikasi mengemudikan kendaraan berat (truk) untuk membantu kelancaran operasional distribusi BBM," paparnya.

Pihak TNI AD juga menegaskan bahwa penugasan ini bukan kebijakan permanen dan hanya bersifat darurat selama masa pemulihan distribusi.

Setelah kondisi pasokan BBM kembali normal dan kebutuhan pengemudi sudah dapat dipenuhi oleh pihak perusahaan, para prajurit akan ditarik kembali ke kesatuan asal.

"Apabila distribusi BBM telah kembali normal, maka personel yang diperbantukan akan kembali melaksanakan tugas pokoknya di satuan masing-masing," tegas Sandy.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung