Berita, Peristiwa

192 Siswa-Guru SMPN 1 Tulung Diduga Keracunan Menu Makan Bergizi Gratis

Repelita.id

29 April 2026 22:21 WIB

192 Siswa-Guru SMPN 1 Tulung Diduga Keracunan Menu Makan Bergizi Gratis
Foto: Istimewa

Repelita Klaten - Sebanyak 192 orang yang terdiri dari 189 siswa dan tiga guru di SMPN 1 Tulung, Kabupaten Klaten, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi hidangan dari program Makan Bergizi Gratis yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto, mengungkapkan bahwa para korban mulai merasakan berbagai gejala seperti mual, pusing, dan muntah-muntah pada Selasa, 28 April 2026 sore hingga memasuki malam hari.

ADVERTISEMENT

“Setelah mendapat laporan, kami langsung melakukan pengecekan ke lokasi,” ujar Anggit dalam keterangan resminya pada Rabu, 29 April 2026.

Meskipun seluruh gejala yang muncul mengarah pada indikasi keracunan makanan, pihak Dinas Kesehatan belum dapat memastikan penyebab pasti dari kejadian luar biasa tersebut.

Petugas telah mengambil sampel makanan MBG serta sampel air yang digunakan dalam proses pengolahan untuk diuji lebih lanjut di laboratorium guna memastikan sumber kontaminasi.

Menu MBG yang disajikan pada hari kejadian terdiri dari nasi putih, galantin, serta sup timlo yang dilengkapi dengan tambahan telur puyuh sebagai sumber protein.

“Kami belum bisa menyimpulkan, tapi sampel sudah kami ambil untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Anggit menekankan bahwa proses investigasi masih berlangsung secara intensif.

Dari total 192 korban yang terdampak, sebanyak 11 orang di antaranya harus menjalani perawatan medis lebih lanjut di fasilitas kesehatan setempat.

Rinciannya, sembilan orang dirawat di puskesmas terdekat sementara dua orang lainnya harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit PKU Jatinom.

Sebagian besar siswa lainnya dilaporkan hanya mengalami gejala ringan dan sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan awal dari tim medis.

Dinas Kesehatan Klaten menyebutkan bahwa dapur penyedia MBG yang bernama SPPG Ayurveda Sorogaten telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi sebagai bukti kelayakan operasional.

Namun demikian, investigasi menyeluruh tetap dilakukan secara independen untuk memastikan apakah terdapat kelalaian atau pelanggaran prosedur dalam proses pengolahan makanan.

Anggit juga mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa sepanjang tahun 2026, sudah terjadi empat kali kejadian luar biasa yang berkaitan dengan program MBG di wilayah Kabupaten Klaten.

“Kasus yang terbaru ini jumlahnya paling banyak, bahkan ada yang sampai dirawat,” ujar Anggit mengakhiri pernyataannya dengan nada prihatin.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung