Repelita Jakarta - Empat pesawat kargo misterius milik China dilaporkan mendarat di Iran dalam kurun waktu 48 jam dengan mematikan transponder di tengah penerbangan.
Klaim ini diunggah secara luas di platform X oleh pengusaha sekaligus influencer Mario Nawfal yang mengutip apa yang digambarkan sebagai komentar dari badan intelijen Mossad.
ADVERTISEMENT
Dalam waktu 48 jam, empat pesawat kargo China menyalakan transponder mereka dan mendarat di Iran, diduga membawa senjata dan amunisi, demikian bunyi unggahan yang dikutip dari India Today pada Jumat, 17 April 2026.
Penerbangan tersebut disebut mati sebelum memasuki wilayah udara Iran, sebuah pola yang oleh analis penerbangan kerap dikaitkan dengan upaya penyembunyian yang disengaja.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah China maupun Iran mengenai sifat penerbangan atau muatan yang dibawa keempat pesawat tersebut.
Klaim ini muncul tak lama setelah laporan bahwa kepemimpinan China telah berjanji kepada Presiden AS Donald Trump untuk tidak memasok senjata ke Iran.
Beijing dengan tegas membantah tuduhan dukungan militer kepada Teheran, sebagaimana disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, pada Rabu, 15 April 2026.
Laporan media yang menuduh China memberikan dukungan militer kepada Iran sepenuhnya dibuat-buat, kata Lin Jian.
Trump sendiri meningkatkan retorika pada Minggu, 12 April 2026, dengan memperingatkan konsekuensi serius jika Beijing terbukti mendukung Teheran secara militer.
Para ahli penerbangan mencatat bahwa mematikan transponder adalah tindakan yang tidak biasa namun dapat mengindikasikan upaya penyembunyian kargo.
Tanpa verifikasi independen, klaim tentang penerbangan gelap ke Iran tersebut tetap belum terbukti kebenarannya hingga saat ini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok