Berita, Nasional

72 Siswa dan Guru di Jakarta Timur Keracunan MBG, BGN Minta Maaf dan Suspend Dapur Produksi

Repelita.id

04 April 2026 21:17 WIB

72 Siswa dan Guru di Jakarta Timur Keracunan MBG, BGN Minta Maaf dan Suspend Dapur Produksi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta Timur - Puluhan siswa di wilayah Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh pemerintah.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut dan memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung oleh negara hingga mereka benar-benar pulih.

ADVERTISEMENT

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” ujarnya pada Sabtu, 4 April 2026.

Nanik menjelaskan bahwa makanan MBG yang dikonsumsi oleh para siswa tersebut diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa Dua yang berada di wilayah setempat.

Sebagai langkah tindak lanjut yang tegas, BGN langsung menghentikan operasional dapur produksi tersebut untuk waktu yang tidak terbatas.

“SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, belum memenuhi standar,” kata Nanik.

Insiden keracunan ini terjadi pada Kamis, 2 April 2026, dan awalnya dilaporkan sebanyak 36 siswa mengalami gejala seperti sakit perut, mual, dan diare setelah menyantap menu MBG.

Menu yang disajikan pada hari kejadian antara lain spageti bolognese, bola daging, scramble egg tofu, sayuran, dan buah stroberi.

Namun berdasarkan laporan terbaru, jumlah korban meningkat secara signifikan menjadi 72 orang yang terdiri dari para siswa dan guru yang berasal dari empat sekolah berbeda.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut bahwa para korban kini sedang dirawat di sejumlah rumah sakit termasuk RSKD Duren Sawit, Pondok Kopi, dan RS Harum.

“Totalnya 72 siswa. Gejalanya rata-rata demam, mual, muntah, dan diare,” ujar Pramono Anung.

Sekolah-sekolah yang terdampak antara lain SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09.

Dugaan sementara dari pihak berwenang menyebutkan bahwa keracunan dipicu oleh makanan yang tidak dalam kondisi segar akibat jeda waktu terlalu lama antara proses memasak dan waktu konsumsi.

BGN memastikan akan memperketat pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG ke depannya, khususnya terkait standar keamanan pangan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung