Berita, Internasional

Abdulrahman Al-Sayed Sebut Ali Khamenei Orang Mengerikan Usai Menang Pemilu Di Negara Bagian Michigan Amerika Serikat

Repelita.id

05 November 2026 23:56 WIB

Abdulrahman Al-Sayed Sebut Ali Khamenei Orang Mengerikan Usai Menang Pemilu Di Negara Bagian Michigan Amerika Serikat
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Pernyataan kontroversial dari politisi Muslim pemenang pemilu di wilayah Michigan Amerika Serikat terkait kematian pemimpin tertinggi Iran memicu perdebatan geopolitik yang sangat panas.

ADVERTISEMENT

Tokoh terpilih tersebut secara terbuka melayangkan dukungan atas tumbangnya otoritas spiritual Teheran pasca-berakhirnya operasi militer gabungan berskala besar di kawasan Timur Tengah.

Rangkaian kekecewaan mendalam terhadap pergeseran sikap ideologis elit liberal tersebut dibagikan secara transparan melalui takarir digital pada platform siber global.

Ulasan bernada tajam yang memancing perhatian ratusan pasang mata itu diunggah oleh akun media sosial Threads pribadi pada hari Kamis tanggal lima November tahun dua ribu dua puluh enam.

"TERBARU: 🇺🇲🇮🇷 Apakah Anda senang dengan kematian Ali Khamenei?

Pemenang di negara bagian Michigan, Abdulrahman Al-Sayed: Ya, dia adalah orang yang mengerikan.

Setelah menang, dia baru berani berkata seperti ini...," tulis akun nandxnandza membuka ulasan kritisnya.

Pihak pelapor menyayangkan sikap inkonsistensi dari pimpinan Muslim AS yang dinilai menutup mata atas tewasnya seratus enam puluh delapan anak-anak akibat serangan udara di sekolah Minab Iran.

Aksi pembalasan militer dari poros perlawanan dianggap sepenuhnya bersandar pada landasan pembelaan diri yang sah guna melawan penindasan struktural yang mencederai nilai kemanusiaan global.

"Sekolah Minab dengan 168 anak-anak tews di Iran saat penyerangan AS-Isral.

Terus apa yang harus Iran lakukan, berdiam diri?

Tentu saja tidak itulah mengapa ada perlawanan karena suatu penindasan.

Pada akhirnya mereka bagai sepasang sepatu, kiri dan kanan.

Mungkin pada akhirnya mereka tetap akan tunduk pada zi*nst.

I'm sorry but you'll never see me supporting a liberal Zi*nist even if they're Muslim," sambung akun nandxnandza melayangkan kritik ideologisnya.

Komparasi politik luar negeri tersebut kian memicu gelombang kecaman masif dari netizen tanah air yang menganggap pergantian rezim di Gedung Putih sama sekali tidak mengubah agenda zionis.

Perbedaan antara faksi Demokrat dengan Republik dinilai sebatas kalkulasi taktis mengenai porsi keuntungan anggaran perang domestik dan bukan didasari atas asas keadilan yuridis bagi warga sipil.

"Siapaun orangnya sama.aja agendanya.

Gak ada yg baru di amerika, mau gimanapun bentuknya siapapun di dalamnya..

bedanya cuma ada demokrat dan republik, yg setuju perang demi tujuan politik amerika atau tidak setuju karena amerika sudah rugi...," sahut akun rifaiknonk26 dan mimamorii secara persis dalam kolom respons digital.

Hingga saat ini, eskalasi konflik siber serta unjuk kekuatan militer di koridor laut internasional terus dipantau secara ketat oleh Badan Siber dan Sandi Negara serta pengamat militer nasional.

Masyarakat sipil didorong tetap konsisten menyuarakan kemerdekaan hakiki bagi seluruh bangsa tertindas guna menjamin terciptanya perdamaian dunia yang abadi sesuai amanat konstitusi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung