Berita, Nasional

Ada Pengkhianat Di Projo Anggota DPP Disanksi Usai Bocorkan Video Budi Arie Bisiki Jokowi Soal Pemilu Dipercepat?

Repelita.id

30 August 2026 00:00 WIB

Ada Pengkhianat Di Projo Anggota DPP Disanksi Usai Bocorkan Video Budi Arie Bisiki Jokowi Soal Pemilu Dipercepat?
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kebocoran rekaman pidato kontroversial Budi Arie Setiadi di hadapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengungkapkan adanya perpecahan internal di tubuh organisasi relawan Projo.

Kondisi tersebut memicu spekulasi mengenai keberadaan oknum pembocor di lingkaran inti kepengurusan yang sengaja menyebarkan arsip rahasia tersebut ke publik.

ADVERTISEMENT

Guna meredam polemik, Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik mengonfirmasi bahwa tindakan tegas telah dijatuhkan kepada oknum pengurus Dewan Pimpinan Pusat yang membagikan berkas tersebut.

"Sudah diberikan sanksi secara organisasi," kata Freddy.

Pemberian sanksi internal tersebut dilakukan setelah pengurus pusat memverifikasi jalur penyebaran berkas video dari forum tertutup hingga menjadi viral di media sosial.

Meski demikian, pihak pimpinan organisasi memilih untuk merahasiakan identitas sosok internal yang menyebarkan rekaman serta bentuk hukuman yang telah ditetapkan.

Sebelumnya, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi membantah telah merencanakan atau memerintahkan perekaman pidato yang membahas wacana percepatan pemilu tersebut.

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu mengaku terkejut ketika isi pembicaraan internalnya mendadak menggegerkan ruang publik.

“Saya juga tidak mendesain rekaman. Saya juga tidak tahu siapa yang merekam awalnya. Tidak pernah memerintahkan untuk merekam. Tiba-tiba pernyataan saya itu viral. Saya tidak ada tendensi untuk memviralkan diri dengan pernyataan saya itu,” ujar Budi Arie dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Budi Arie menilai ada maksud terselubung di balik maraknya peredaran rekaman video yang menampilkan dirinya bersama Joko Widodo.

Ia mencium adanya agenda dari pihak tertentu untuk memicu keretakan hubungan antara pimpinan pemerintahan saat ini dengan pendahulunya.

“Kami menyadari bahwa ada pihak-pihak yang ingin membenturkan Pak Prabowo dan Pak Jokowi,” katanya.

Guna menghindari salah tafsir, Budi Arie meminta masyarakat melihat gagasan mengenai percepatan agenda politik tersebut murni sebagai pandangan pribadi.

Pernyataan yang memicu kehebohan di ruang publik itu berawal dari bisikan langsung Budi Arie kepada Joko Widodo di sela kegiatan forum relawan.

"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ujar Budi Arie.

Budi Arie juga menyandingkan indikator kecemasan ekonomi masyarakat saat ini dengan situasi transisi politik nasional pada akhir era 1990-an.

Ia menilai potensi pergeseran jadwal pesta demokrasi sangat terbuka apabila didasarkan pada perkembangan dinamika ekonomi serta keresahan sosial.

"Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun '97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya '99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi," tegasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung