Berita, Nasional

Ade Armando dan Jimly Asshiddiqie Ungkap Prabowo Lima Kali Minta Gibran Jadi Wakil Presiden

Repelita.id

26 October 2026 22:47 WIB

Ade Armando dan Jimly Asshiddiqie Ungkap Prabowo Lima Kali Minta Gibran Jadi Wakil Presiden
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua Ade Armando mengungkap sisi lain di balik proses pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden pada pemilu lalu.

ADVERTISEMENT

Tokoh akademisi tersebut membeberkan fakta bahwa pada awalnya putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu sama sekali tidak memiliki ambisi politik untuk merebut kursi RI dua.

Keengganan tersebut didasari oleh komitmen etis Gibran yang murni ingin menuntaskan masa baktinya secara penuh selaku Wali Kota Solo terlebih dahulu.

Rencana strategis tersebut awalnya dirancang demi mematangkan modal kepemimpinan birokrasi sebelum memutuskan naik kelas ke jenjang politik yang lebih tinggi seperti bertarung di Pilgub Jawa Tengah.

Kendati demikian, konstelasi politik nasional bergerak dinamis seiring berjalan waktu hingga akhirnya meluluhkan prinsip awal sang wali kota untuk bersedia mendampingi Prabowo Subianto.

Penerimaan mandat tersebut dilaporkan terjadi pasca adanya serangkaian komunikasi intensif serta permohonan yang dilayangkan secara berulang kali oleh pihak Prabowo melalui perantara Jokowi.

Pernyataan menarik seputar rahasia dapur koalisi tersebut diungkapkan oleh Ade Armando saat menghadiri acara Bola Liar yang dikutip pada hari Senin, 26 Oktober 2026.

“Dengan hormat saya sepenuhnya kepada semua pihak, Anda pernah dengar kan cerita bahwa dan ini yang menyampaikan orang-orang Prabowo sendiri,” kata Ade Armando di acara Bola Liar dikutip Senin (26/10).

“sebetulnya ketika itu sudah empat kali Mas Gibran diminta oleh Prabowo melalui Pak Jokowi untuk menjadi calon wakil presiden,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ade Armando menerangkan bahwa keputusan final dari Gibran untuk bersedia maju baru tercapai setelah adanya jaminan serta ajakan demi membantu perjuangan politik Prabowo.

“Karena itulah untuk kelima kalinya ketika itu dikatakan tolonglah kalau begitu bantulah ini Pak Prabowo kata Pak Jokowi,” ujar Ade.

Di sisi lain, testimoni politik yang senada juga turut disuarakan oleh Guru Besar Hukum Tata Negara Jimly Asshiddiqie terkait andil besar Prabowo dalam menentukan figur pendampingnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut menegaskan bahwa Prabowo merupakan arsitek utama yang meminta sekaligus memilih langsung sang representasi kaum muda demi memenangkan pemilu.

Analisis hukum tata negara itu dibeberkan secara gamblang oleh Jimly sewaktu berbicara dalam sebuah tayangan diskusi publik pada kanal YouTube Podcast Total Politik.

Ia berargumen bahwa peta relasi politik di antara kedua pucuk pimpinan negara tersebut wajib dibaca secara saksama apabila khalayak mulai berspekulasi seputar isu pemberhentian di tengah jalan.

"Waktu pencalonan, dia sendiri yang minta. Kepada bapaknya dan kepada Gibran sendiri. Mungkin bisa dikatakan calon yang saya pilih. Saya katakan di sini ya, saya yang pilih, saya yang minta, saya yang memilih," kata Jimly di Podcast Total Politik.

Jimly menempatkan posisi pencalonan sang wakil presiden dalam bingkai kemitraan politik yang sangat kuat dan strategis antara kubu Prabowo dengan lingkaran Jokowi.

Berdasarkan realitas sejarah tersebut, sang pakar hukum menilai sangat tidak rasional apabila sang presiden mengambil kebijakan ekstrem untuk mendepak figur yang dahulu ia perjuangkan sendiri.

"Tidak mungkin Pak Prabowo mau memberhentikan wakilnya, sedangkan dia sendiri yang minta Gibran jadi wapresnya. Mintanya kepada Pak Jokowi waktu itu," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung