Berita, Nasional

Ade Armando Siap Minta Maaf ke Jusuf Kalla dan Umat Islam Kristen

Repelita.id

06 May 2026 19:43 WIB

Ade Armando Siap Minta Maaf ke Jusuf Kalla dan Umat Islam Kristen
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Aktivis media sosial Ade Armando menyatakan diri siap bertemu dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla guna membahas polemik dugaan hasutan dan perkataan kebencian yang melibatkan namanya.

Pernyataan itu disampaikan Ade saat menggelar konferensi pers di kantor pusat Partai Solidaritas Indonesia pada Selasa (5/5).

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan tidak keberatan untuk menyampaikan permohonan maaf kepada Jusuf Kalla maupun kepada komunitas Muslim dan Kristiani apabila ucapannya dianggap melukai perasaan.

“Kalau saya dipertemukan dengan Pak JK saya juga mau,” ucap Ade di hadapan wartawan.

“Atau saya harus minta maaf sama masyarakat umat Islam atau umat Kristen, saya bersedia,” tegasnya.

Kendati demikian, Ade Armando membantah memiliki maksud untuk memecah belah antaragama atau melecehkan keyakinan tertentu melalui pernyataannya di kanal YouTube Cokro TV.

Pada kesempatan yang sama, ia mengumumkan pengunduran dirinya dari keanggotaan PSI.

Ia beralasan bahwa perkara yang menjeratnya dapat menghambat pergerakan partai dalam menyongsong Pemilu 2029.

“Seperti orang-orang akan mempersulit kerja PSI ke depan menjelang Pemilu 2029,” tuturnya menjelaskan.

Kronologi kasus ini bermula dari cuplikan video ceramah Jusuf Kalla di Masjid Universitas Gadjah Mada pada Ramadan 2026.

Ade Armando bersama Permadi Arya kemudian dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Aliansi Profesi Advokat Maluku atas tuduhan hasutan dan provokasi.

Selain itu, puluhan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun diri dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama turut melaporkan keduanya ke Bareskrim Polri.

Laporan tersebut telah terdaftar secara resmi pada 4 Mei 2026.

Sebelum kejadian ini, Jusuf Kalla juga pernah dilaporkan oleh sejumlah pihak termasuk DPP Gerakan Anak Muda Kristen Indonesia terkait ceramah yang sama.

Polemik ini lantas berkembang menjadi aksi saling melapor di antara para pihak yang bersengketa.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung