Repelita Jakarta - Ade Jona Prasetyo menjadi salah satu kandidat Ketua Umum BPP HIPMI masa bakti 2026-2029 dengan nomor urut 2 dalam kontestasi pemilihan ketua umum organisasi pengusaha muda tersebut.
Sosok yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029 dari Fraksi Partai Gerindra itu dinilai memiliki pengaruh kuat di dunia politik dan organisasi, namun rekam jejaknya juga tak lepas dari berbagai sorotan publik yang kontroversial.
ADVERTISEMENT
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumatera Utara I yang bertugas di Komisi XII, Ade Jona dikenal aktif dalam berbagai isu kebijakan strategis nasional.
Salah satu sikapnya yang sempat menuai perhatian luas adalah dukungannya terhadap kebijakan pelarangan pengecer menjual LPG 3 kilogram yang diberlakukan pemerintah mulai 1 Februari 2025.
Ia menilai kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi distribusi serta memastikan subsidi gas melon tepat sasaran kepada masyarakat miskin.
Menurut pandangannya, penjualan gas melon di tingkat pengecer kerap tidak terkontrol dan berpotensi memicu kelangkaan serta lonjakan harga di tingkat konsumen akhir.
Namun kebijakan tersebut nyatanya menuai kontroversi dan protes keras dari masyarakat hingga akhirnya dibatalkan oleh pemerintah pusat.
Langkah dan sikap politik Ade Jona juga pernah memicu kontroversi saat viral video seorang kader Gerindra Sumatera Utara bernama Ajie Karim yang terlihat berada di klub malam.
Ade Jona yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPD Gerindra Sumut memilih memberikan pembelaan dengan menyebut video tersebut merupakan rekaman lama, bukan kejadian baru.
Sikap pembelaan tersebut menuai kritik tajam dari masyarakat, terlebih video itu beredar luas di tengah situasi demonstrasi mahasiswa dan buruh di Sumatera Utara yang sedang memanas.
Selain kontroversi publik, nama Ade Jona juga kerap dikaitkan dengan kedekatannya dengan Gubernur Sumatera Utara sekaligus eks Wali Kota Medan, Bobby Nasution.
Hubungan keduanya disebut telah terjalin sejak lama dan semakin erat melalui organisasi HIPMI yang menjadi wadah pengusaha muda Indonesia.
Ade Jona disebut memiliki peran penting dalam membangun komunikasi politik Bobby Nasution dengan berbagai pihak, termasuk menjembatani hubungan dengan pemerintah pusat dan berbagai lembaga.
Bahkan ia disebut sebagai salah satu figur yang berkontribusi secara signifikan dalam proses masuknya Bobby ke Partai Gerindra.
Kedekatan tersebut juga terlihat dari berbagai pernyataan publik Ade Jona yang kerap memberikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Bobby Nasution sebagai gubernur.
Ia pernah menilai bahwa Bobby telah membawa banyak perubahan positif bagi Kota Medan meskipun masa jabatannya belum genap tiga tahun.
Tak hanya itu, Ade Jona juga aktif membela Bobby dalam berbagai dinamika politik daerah yang sempat memanas pasca pemilihan gubernur.
Ia menilai kinerja Bobby Nasution lebih nyata dibanding sekadar retorika politik belaka, terutama dalam kemampuan menjangkau berbagai kalangan termasuk anak muda.
Rekam jejak yang diwarnai kontroversi dan dinamika politik yang kompleks membuat langkah Ade Jona menuju kursi pimpinan HIPMI tak lepas dari sorotan tajam publik.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok