Berita, Nasional

Adi Prayitno: Pernyataan JK Soal Jokowi Tak Lepas dari Dinamika Politik Terkini, Termasuk Laporan Ceramah UGM

Repelita.id

21 April 2026 13:05 WIB

Adi Prayitno: Pernyataan JK Soal Jokowi Tak Lepas dari Dinamika Politik Terkini, Termasuk Laporan Ceramah UGM
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pengamat politik Adi Prayitno menilai pernyataan Jusuf Kalla terkait perannya dalam kemenangan Joko Widodo pada pilpres lalu perlu dibaca dalam konteks yang lebih luas.

Menurut Adi, pengakuan JK tersebut tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik terbaru yang sedang terjadi.

ADVERTISEMENT

Dinamika itu termasuk adanya pelaporan dari sejumlah pihak terkait ceramah JK di Universitas Gadjah Mada yang dianggap menistakan agama.

“Ini mesti dibaca dalam konteks adanya pelaporan dari sejumlah pihak terkait ceramahnya di UGM,” ujar Adi lewat kanal YouTube miliknya, Selasa, 21 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa pernyataan JK juga merupakan bentuk tanggapan sekaligus sanggahan terhadap sebagian pendukung Jokowi.

Selama ini, para pendukung Jokowi menuding JK sebagai sosok yang tidak berterima kasih.

Padahal, kata Adi, JK pernah mendampingi Jokowi sebagai wakil presiden selama satu periode penuh.

Adi juga menyinggung isu lain yang ikut memperkeruh suasana politik.

Termasuk polemik tudingan terkait ijazah Jokowi yang tak kunjung usai.

Ia menilai bahwa pelaporan terhadap pihak yang dianggap menyebarkan fitnah turut memperpanas situasi.

Sementara itu, respons Jokowi terhadap JK yang menyebut dirinya hanyalah “orang kampung” turut memantik reaksi dari berbagai pihak.

Politikus PSI Ahmad Ali bahkan menilai pernyataan JK berlebihan dan terlalu emosional.

“Jadi saling bantah-membantah inilah yang kemudian jadi salah satu isu politik yang luar biasa,” kata Adi.

Ia berharap tensi politik yang memanas ini tidak berlangsung terlalu lama.

Menurutnya, di tengah situasi global yang sedang bergejolak, Indonesia membutuhkan stabilitas politik yang kondusif.

“Semoga tensi politik yang seperti ini cepat berkurang, karena bagaimanapun kita butuh suasana politik yang kondusif,” ujar Direktur Parameter Politik Indonesia itu.

Adi menambahkan bahwa Jokowi dan JK merupakan pasangan fenomenal dalam pilpres lalu.

Mereka merepresentasikan kemenangan politik kewargaan yang dekat dengan masyarakat.

Namun, dinamika politik terkini menunjukkan hubungan keduanya mulai berjarak dan renggang.

“Dulunya bersama cukup lama, tapi sekarang seolah saling berjarak dan saling bantah,” ungkapnya.

Ia pun menyimpulkan bahwa dinamika tersebut menjadi gambaran nyata perpolitikan Indonesia.

Di mana relasi yang dahulu erat bisa berubah menjadi perdebatan terbuka di ruang publik.

"Begitulah realita politik di Indonesia, dulunya teman tapi kini saling bantah-bantahan," pungkas Adi Prayitno.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung