Repelita Jakarta - Gelombang desakan agar Menteri Keuangan Purbaya segera dicopot dari jabatannya sempat disuarakan secara lantang oleh Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia atau Akasi.
Ketegasan sikap serta ulasan kritis tersebut secara gamblang diungkapkan oleh Pengamat Politik Adi Prayitno melalui tayangan video di kanal YouTube @esensipolitika yang diunggah pada hari Sabtu, sembilan belas September dua ribu dua puluh enam.
ADVERTISEMENT
Kritik tajam yang dialamatkan kepada Purbaya mencuat lantaran kebijakan finansialnya dinilai tidak memberikan dampak positif yang merata bagi seluruh daerah di tanah air.
Salah satu poin krusial yang memicu kemarahan pengurus daerah adalah keputusan pemangkasan anggaran transfer wilayah yang dinilai sepihak dan memberatkan beban kerja pemerintah kabupaten.
Langkah efisiensi anggaran pusat tersebut dinilai justru menjadi problem baru terhadap kawan-kawan yang ada di daerah yang saat ini menjadi kepala daerah khususnya menjadi bupati.
Purbaya dinilai kurang memiliki kepekaan serta kemampuan komunikasi politik yang baik dalam menjalin relasi kerja dengan jajaran pimpinan daerah di tingkat kabupaten.
Kondisi ekonomi nasional di bawah kepemimpinannya juga tidak luput dari rapor merah akibat minimnya ketersediaan lowongan pekerjaan baru bagi masyarakat.
Meskipun pertumbuhan ekonomi dipersepsikan positif namun realitas di lapangan menunjukkan daya beli masyarakat tidak kunjung mengalami peningkatan yang selaras.
Di sisi lain beban utang negara justru terus merangkak naik dan sejumlah program strategis nasional seperti program makan bergizi tidak terkontrol dengan baik.
Kelemahan kontrol tersebut memicu kekhawatiran karena dinilai berpotensi besar melahirkan praktik korupsi baru dalam proses implementasi di lapangan.
Padahal saat pertama kali dilantik menggantikan posisi Trimuliani, Purbaya sempat mencuri perhatian publik lewat pernyataan politiknya yang sangat optimistis.
Ia bahkan sempat sesumbar mengklaim bahwa target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar enam hingga tujuh persen bisa dicapai dengan mudah dalam waktu singkat.
Meski popularitasnya sempat melonjak tinggi dalam berbagai hasil survei kepuasan, namun kini posisi sang menteri di kabinet dinilai telah berakhir dan posisinya digantikan oleh Shazil Nazara.
Pergeseran jabatan ini membuktikan bahwa tingkat ketenaran seorang pejabat di ruang publik dapat sirna seketika saat ia tidak lagi memegang otoritas kekuasaan (*)