Berita, Viral Sosmed

Akbar Faizal Petakan 3 “Cluster” Reaksi Publik soal Ekspor SDA Satu Pintu: Dari Netizen Minim Data hingga Konglomerat yang Disebut “Deg-Degan” Kehilangan Jalur Kongkalikong

Repelita.id

21 May 2026 13:43 WIB

Akbar Faizal Petakan 3 “Cluster” Reaksi Publik soal Ekspor SDA Satu Pintu: Dari Netizen Minim Data hingga Konglomerat yang Disebut “Deg-Degan” Kehilangan Jalur Kongkalikong
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kebijakan baru pemerintah mengenai sentralisasi tata kelola pengapalan komoditas alam ke luar negeri memicu polarisasi pandangan yang tajam di tengah masyarakat nasional.

Langkah strategis intervensi pasar oleh otoritas pusat tersebut melahirkan berbagai macam respons psikologis, mulai dari penolakan publik hingga kecemasan para pelaku industri skala raksasa.

ADVERTISEMENT

Mantan anggota DPR RI, Akbar Faizal, memetakan tiga kategori reaksi sosial yang muncul ke permukaan menyusul pengumuman regulasi komoditas tersebut melalui platform digital.

Analisis sosiologi politik tersebut diunggah melalui akun X pribadi miliknya @akbarfaizal68 yang dipublikasikan secara terbuka pada tanggal 21 Mei 2026.

Melalui catatan tertulisnya, tokoh publik ini menguraikan pengelompokan respons masyarakat dengan menyatakan bahwa "Terdapat 3 cluster sikap pada keputusan pemerintah ttg satu pintu ekspor SDA yg heboh itu:"

Kelompok pertama yang diidentifikasi di ruang siber merujuk pada barisan masyarakat awam yang melayangkan kecaman keras akibat keterbatasan pemahaman data riil di lapangan.

Mengenai fenomena reaksi emosional tanpa landasan literasi yang memadai tersebut, ia memaparkan poin pertama yakni "1. Makian dari kel masy yang tak/belum paham karena malas ngulik data dan minim informasi"

Sementara itu, kategori kedua diisi oleh kelompok masyarakat terdidik yang memiliki kecukupan referensi namun tetap meragukan komitmen transparansi aparat penegak hukum.

Ia menjabarkan faktor keraguan publik akibat rekam jejak kelam pengelolaan komoditas masa lalu dengan menuliskan "2. Khawatir dari kel masy yg cukup data dan info namun tak yakin pemerintah akan fair dalam kebijakannya dgn melihat praktek pengelolaan SDA sepanjang puluhan tahun"

Pada bagian akhir, sorotan tajam diarahkan kepada para pengusaha besar yang terancam kehilangan akses manipulasi pelaporan kuantitas muatan kapal dagang mereka.

Ia membongkar praktik kecurangan sistematis serta kepanikan para pemodal besar tersebut dengan menegaskan poin ketiga yaitu "3. Deg-degan para konglomerat yang takut jatuh miskin karena tambang uangnya ngalir ke satu pintu (pemerintah) sehingga tak lg bisa kongkalikong dgn para centeng bisnisnya. Ekspor 7 kapal ngaku 2. Brengsek amat."

Ulasan kritis mengenai peta konflik kepentingan ini sengaja dilemparkan ke ruang publik guna memicu refleksi mandiri bagi para pengguna jejaring sosial dalam memposisikan diri.

Sebagai kalimat penutup dari unggahan digital yang viral tersebut, sang politisi senior mengajak pengikutnya berinteraksi dengan mengajukan pertanyaan "Kalian ngerasa ngeklik yg mana?"(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung