Repelita Teheran - Amerika Serikat akhirnya mengerahkan jet tempur siluman F-22 Raptor dalam skuadron penuh ke medan perang Iran, sebuah langkah yang membuat rezim Teheran tercengang melihat kemampuan penuh dari pesawat generasi kelima yang selama ini dijaga ketat oleh Pentagon .
Kedatangan armada udara paling mematikan di dunia ini berlangsung dalam rangkaian Operasi Epic Fury yang dimulai pada akhir Februari 2026, dimana dalam 72 jam pertama saja, koalisi pimpinan AS telah menghantam lebih dari 1.700 target strategis di seluruh wilayah Iran .
ADVERTISEMENT
F-22 Raptor yang mulai beroperasi sejak Desember 2005 dan dilarang keras diekspor karena mengandung teknologi siluman super canggih ini terbukti mampu menembus sistem pertahanan udara Iran yang mengandalkan rudal S-300 dan Bavar-373 tanpa terdeteksi sedikit pun .
Para pilot F-22 dilaporkan menjalankan lebih dari 200 sorti tempur antara 1 hingga 9 Maret 2026, membersihkan jalur bagi pesawat pengebom B-2 Spirit dan F-35 Lightning II untuk melanjutkan penghancuran infrastruktur nuklir serta pabrik rudal balistik Iran .
Meskipun pasukan Iran melepaskan puluhan rudal permukaan-ke-udara selama sembilan hari kampanye udara tersebut, para pejabat militer AS menyatakan tidak ada satu pun rudal yang berhasil mengunci atau melacak pergerakan jet siluman F-22 di angkasa .
Kekuatan penuh yang diperlihatkan Pentagon ini membuat Teheran yang hanya mengandalkan armada jet tua peninggalan era 1970-an seperti F-14 Tomcat dan Su-24 benar-benar terkejut, sehingga mereka lebih memilih meluncurkan serangan rudal dan drone dari daratan dibandingkan menerbangkan pesawat tempurnya untuk melawan .
Seorang analis pertahanan yang dikutip oleh media militer menyebut bahwa kombinasi kecepatan supercruise di atas Mach 1,5, kemampuan manuver ekstrem, serta sistem sensor terintegrasi pada F-22 telah menciptakan keunggulan udara mutlak yang tidak mampu ditandingi oleh negara mana pun di kawasan tersebut .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok