Berita, Nasional

Akhirnya Terungkap! Alasan Dibalik Purbaya Dicopot dari Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo

Repelita.id

14 September 2026 23:40 WIB

Akhirnya Terungkap! Alasan Dibalik Purbaya Dicopot dari Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Publik dikejutkan oleh keputusan mendadak Presiden Prabowo Subianto yang memberhentikan Purbaya Yudi Sadewa dari posisinya selaku Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan periode 2024-2029.

Langkah perombakan kabinet yang terkesan tanpa pemberitahuan awal ini memicu gelombang keheranan di tengah masyarakat mengingat performa sang pejabat yang dinilai cukup moncer.

ADVERTISEMENT

Kanal YouTube Politik Nusantara membeberkan informasi mengenai dinamika politik tersebut hingga akhirnya terungkap! Alasan dibalik Purbaya dicopot! dari jabatannya.

Mantan orang nomor satu di Kementerian Keuangan tersebut mengaku sama sekali tidak menyangka akan diberhentikan dari posisinya saat hari kerja sedang berjalan.

Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa dirinya baru mengetahui kabar pemberhentian dari jabatan menteri tepat pada sore hari.

Padahal sejak pagi hari yang bersangkutan dilaporkan masih disibukkan dengan agenda memimpin agenda rapat penting bersama lembaga Dewan Perwakilan Daerah.

Publik menengarai adanya miskomunikasi atau ketiadaan koordinasi awal antara pihak Istana Negara dengan sang menteri sebelum keputusan krusial itu diumumkan ke publik.

Purbaya Yudi Sadewa sendiri kedapatan menerima panggilan telepon dari pihak istana saat dirinya tengah menghadiri rapat kerja bersama jajaran DPD RI.

Proses pergantian posisi yang berlangsung sangat cepat pada Senin, 14 September 2026 ini langsung menjadi sorotan utama warganet.

Unggahan yang beredar luas dari akun @Lambe_AHamijah menyebutkan detail mengenai situasi mengejutkan yang dialami oleh pejabat negara tersebut.

Akun tersebut menuliskan, "purbaya kaget diganti padahal paginya Purbaya masih rapat kerja sama komite 4 DPD sorenya udah bukan menc lagi di rapat itu dia masih billing perekonomian Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global ekonomi tumbuh inflasi terkendali neraca dagang baik".

Narasi ini pun memicu perdebatan panas mengenai alasan sesungguhnya dari pergantian mendadak tersebut.

Di sisi lain pihak keluarga justru menunjukkan respons yang terbilang unik dan sangat lega setelah mendengar kabar mengenai perombakan kabinet ini.

Putranya yang bernama Yudo Sadewa menyampaikan pandangan yang cukup santai mengenai akhir masa jabatan dari sang ayah.

Melalui pernyataan terbuka yang dikutip media, sang anak mengutarakan, "Yudo Sadewa anak Purbaya lega bapaknya diganti katanya sekarang bebas dan bisa lebih asbun lagi".

Dinamika pemberhentian ini memunculkan beragam spekulasi liar di kalangan netizen yang menyayangkan keputusan perombakan tersebut karena menilai sang menteri cukup berani membela rakyat.

Pengguna media sosial memberikan komentar pedas berbunyi, "udah gue bilang kan kalau mau aman ikut arus orang gila jadi rusak diujat warga kalau mau bela warga dan enggak mau ikut arus ya ditendang purbaya Ahok".

Sementara netizen lain turut berspekulasi, "sepertinya bukan karena kurang berkompetensi tapi karena kurang bisa dikoordinasikan di setir purbaya senggol danantara minta deviden balik ke negara makanya langsung diut".

Spekulasi tersebut merebak lantaran sebelum dicopot pada 11 September 2026, Purbaya bersikeras menuntut setoran senilai Rp10 triliun dari Badan Pengelola Investasi Dana Agata Nusantara atau Danantara.

Rencana penarikan dana sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak untuk cadangan fiskal ini sempat memicu polemik internal karena Danantara mengajukan protes keberatan.

Pada 3 September 2026, Purbaya sempat menegaskan, "kita akan masukin ke BNBPB situ walaupun mereka masih protes tapi perintah Bapak Presiden sebagian keuntungan dan tentara dijadikan cadangan anggaran pemerintah".

Setelah mencopot Purbaya, Presiden Prabowo Subianto langsung melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru guna mengisi kekosongan jabatan tersebut.

Prosesi pengambilan sumpah jabatan bagi menteri baru ini dilakukan secara khidmat dengan menggunakan tata cara agama Kristen Protestan.

Pejabat baru tersebut bersedia diambil janjinya di hadapan kepala negara serta para saksi dari jajaran pemerintahan.

Dalam suasana pelantikan resmi tersebut, sang menteri baru mengikuti dikte sumpah yang dibacakan langsung oleh Presiden Indonesia.

Dirinya menyatakan janji setianya terhadap konstitusi serta hukum yang berlaku di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Langkah ini diambil guna memastikan pengelolaan anggaran negara dan stabilitas perekonomian nasional bisa segera dilanjutkan tanpa hambatan pasca perombakan kabinet.

Narasumber terekam mengucapkan sumpah jabatan secara lantang, "demi Tuhan saya berjanji bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab kiranya Tuhan menolong saya".(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung