Berita, Nasional

Aksi Demo Mahasiswa di Jawa Tengah: Dari Klakson Keresahan Warga Hingga Simbol Radikal Penggal Kepala Presiden

Repelita.id

14 June 2026 16:14 WIB

Aksi Demo Mahasiswa di Jawa Tengah: Dari Klakson Keresahan Warga Hingga Simbol Radikal Penggal Kepala Presiden
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Gelombang unjuk rasa mahasiswa di berbagai daerah di Jawa Tengah pecah dengan cara yang unik dan penuh satir pada Kamis, 11 Juni 2026.

Di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, massa aksi menarik perhatian pengguna jalan dengan membentangkan poster bertuliskan ajakan, Klakson Kalau Kamu Capek Jadi WNI.

ADVERTISEMENT

Aksi yang berlangsung spontan di bundaran kompleks kampus ini langsung direspon oleh pengendara yang melintas dengan membunyikan klakson kendaraan mereka secara bersahutan.

Penanggung jawab aksi, Memet, menjelaskan bahwa gagasan tersebut muncul dari keresahan kolektif terhadap kondisi yang dirasakan masyarakat saat ini.

"Tujuan sebenarnya menyampaikan keresahan saja di kondisi terendah sekarang ini, meski hanya melalui klakson. Sebab semua media bisa menjadi alat perlawanannya sendiri," ungkap Memet.

Sementara itu, di UIN Walisongo Semarang, suasana aksi berlangsung lebih tegang dengan hadirnya simbol-simbol yang dinilai ekstrem oleh sebagian pihak.

Mahasiswa membentangkan poster bertuliskan Penggal Kepala Presiden serta atribut berupa topeng bergambar Presiden Prabowo dengan tanda silang merah.

Ahmad Alfani Hasan, mahasiswa Sosiologi angkatan 2023, menegaskan bahwa penggunaan diksi provokatif tersebut hanyalah simbolis untuk menggugah kesadaran masyarakat akan kondisi darurat nasional.

"Bukan dalam arti konkret. Ini alarm merah bahwa kondisi hari ini sudah sangat darurat dan sudah saatnya ada perubahan," tegas Ahmad.

Ia menambahkan bahwa gerakan tersebut merupakan hasil konsolidasi panjang antarfakultas sebagai bentuk komitmen mahasiswa dalam mengawal kebijakan negara.

“Kami sudah melakukan propaganda media dan diskusi cukup lama. Ini bentuk komitmen bahwa mahasiswa tetap mengawal kondisi Indonesia hari ini,” tambahnya.

Berbagai aksi kreatif dan radikal di Jawa Tengah ini menjadi penanda bahwa gelombang kritik mahasiswa semakin meluas ke berbagai penjuru bumi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung