Berita, Internasional

Aksi Protes No Kings Gelombang Ketiga Guncang Amerika, 3.200 Demonstrasi di 50 Negara Bagian, Trump Dikepung Demo Imigran hingga Robert De Niro Ikut Turun ke Jalan

Repelita.id

29 March 2026 08:32 WIB

Aksi Protes No Kings Gelombang Ketiga Guncang Amerika, 3.200 Demonstrasi di 50 Negara Bagian, Trump Dikepung Demo Imigran hingga Robert De Niro Ikut Turun ke Jalan
Foto: Istimewa

Repelita Washington - Alih-alih mendapat dukungan atas kebijakannya menyerang Iran yang memicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, justru terus didemo oleh rakyatnya sendiri di berbagai kota di seluruh negeri.

Aksi demonstrasi protes terhadap kebijakan Donald Trump terjadi di berbagai kota di Amerika Serikat pada Sabtu, 28 Maret 2026, dengan para peserta turun ke jalan untuk mengecam kebijakan deportasi imigran serta sejumlah kebijakan lain yang dinilai kontroversial.

ADVERTISEMENT

Lebih dari 3.200 aksi direncanakan di seluruh 50 negara bagian, dan menariknya sekitar dua pertiga kegiatan justru berlangsung di kota-kota kecil, meningkat hampir 40 persen dibandingkan mobilisasi pertama pada Juni tahun lalu.

Aksi besar tercatat di sejumlah kota utama seperti New York City, Dallas, Philadelphia, dan Washington, dengan ribuan warga yang memadati jalan-jalan utama di pusat kota.

Di Minnesota yang menjadi salah satu pusat kebijakan imigrasi Trump, demonstrasi besar digelar di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat negara bagian di Saint Paul dengan peserta yang sangat antusias.

Sejumlah peserta membawa poster bergambar Renee Good dan Alex Pretti, warga Amerika Serikat yang tewas dalam penindakan petugas imigrasi federal di Minneapolis tahun ini, sebagai simbol perlawanan.

Gubernur Minnesota, Tim Walz, menyebut para demonstran sebagai representasi nilai-nilai terbaik Amerika yang berani bersuara melawan ketidakadilan.

Mereka menyebut kami radikal, anda benar sekali, kami telah diradikalisasi oleh belas kasih, oleh kesopanan, oleh proses hukum yang adil, oleh demokrasi, dan untuk melakukan semua yang kami bisa untuk menentang otoritarianisme, demikian pernyataan Walz.

Sementara itu, Senator Amerika Serikat, Bernie Sanders, juga hadir dalam aksi tersebut dan menyuarakan penolakan terhadap arah kebijakan negara yang dinilai semakin otoriter.

Kita tidak akan membiarkan negara ini jatuh ke dalam otoritarianisme atau oligarki di Amerika, demikian pernyataan Sanders yang disambut sorak sorai para demonstran.

Di sisi lain, Komite Kongres Republik Nasional mengkritik aksi tersebut dan menyebutnya sebagai demonstrasi yang sarat dengan kepentingan politik semata.

Sementara di New York, puluhan ribu orang memadati Manhattan hingga membentang lebih dari 10 blok, menciptakan lautan manusia yang memenuhi jalan-jalan ibu kota bisnis Amerika tersebut.

Aktor Robert De Niro yang turut menjadi penyelenggara aksi menilai Trump sebagai ancaman serius bagi negara, dengan menyebutnya sebagai ancaman eksistensial terhadap kebebasan dan keamanan warga Amerika.

Tak hanya itu, di Washington massa berkumpul di National Mall sambil membawa spanduk-spanduk pro-demokrasi dan anti-Trump yang memenuhi area taman nasional tersebut.

Sekelompok lansia di Maryland turut berpartisipasi dalam aksi ini dengan membawa pesan-pesan seperti lawan tirani dan singkirkan Trump sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan negara.

Di Dallas, aksi sempat diwarnai ketegangan antara demonstran dan kelompok kontra termasuk yang dipimpin oleh Enrique Tarrio, sehingga beberapa insiden bentrokan kecil terjadi hingga polisi melakukan penangkapan.

Namun tidak semua aksi berjalan damai, di Los Angeles dua orang ditangkap setelah menyerang petugas federal sementara beberapa lainnya diamankan karena tidak membubarkan diri saat diminta.

Aparat juga menggunakan gas air mata setelah massa melempar benda ke arah gedung federal, menunjukkan ketegangan yang cukup tinggi antara demonstran dan aparat keamanan.

Aksi No Kings kali ini berlangsung di tengah meningkatnya tensi politik menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada bulan November mendatang yang semakin memanas.

Para penyelenggara mengklaim terjadi lonjakan partisipasi yang signifikan termasuk di negara bagian yang selama ini dikenal pro-Republik seperti Idaho, Wyoming, Montana, dan Utah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung