Berita, Viral Sosmed

Aktivis Islah Bahrawi Mengaku Dikuntit, Jhon Sitorus Kecam Intimidasi yang Coreng Wajah Pemerintahan, Cara-cara Pengecut

Repelita.id

26 May 2026 15:17 WIB

Aktivis Islah Bahrawi Mengaku Dikuntit, Jhon Sitorus Kecam Intimidasi yang Coreng Wajah Pemerintahan, Cara-cara Pengecut
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Dugaan tindakan intimidasi yang menimpa pegiat demokrasi Islah Bahrawi menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Penggiat media sosial Jhon Sitorus menilai insiden ini sebagai langkah kontraproduktif yang justru memperburuk citra pemerintahan saat ini.

Jhon menyoroti bahwa pola tekanan terhadap aktivis sipil seperti ini hanya akan memicu kecurigaan publik terhadap rezim yang berkuasa. Menurutnya, tindakan tersebut mencederai upaya Presiden Prabowo Subianto yang sedang membangun kembali kepercayaan masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Cara-cara pengecut seperti ini hanya akan melahirkan kecurigaan besar pada rezim ini,” tegas Jhon dalam pernyataannya pada Selasa, 26 Mei 2026.

Ia menambahkan bahwa oknum di balik aksi ini seolah sengaja merusak nama baik kepala negara. “Mereka-mereka inilah yang mencoreng wajah Presiden Prabowo di saat Prabowo berusaha membersihkan jejak hitamnya yang penuh masa kelam terhadap sipil,” lanjutnya.

Dalam unggahannya, Jhon memberikan suntikan semangat bagi Islah Bahrawi untuk terus bertahan menghadapi tekanan. “Keep your head up, Cak Islah Bahrawi,” tulisnya sebagai bentuk solidaritas.

Jhon pun melontarkan kritik pedas bagi kelompok yang merasa terancam dengan suara-suara kritis sang aktivis. “Kita tabok bareng-bareng gerombolan pesta babi yang terusik itu,” ungkapnya dengan tajam.

Sebelumnya, Islah Bahrawi mengungkapkan keresahannya melalui unggahan di platform Threads pada Senin, 25 Mei 2026. Ia melaporkan situasi tidak mengenakkan di kediamannya kepada Presiden RI dan Panglima TNI.

“Izin melapor, Bapak Presiden RI dan Bapak Panglima TNI. Opresi ala Orde Baru telah hadir di beranda rumah saya,” tulis Islah dalam laporannya.

Dirinya mengklaim keberadaan personel tentara di sekitar huniannya yang melakukan pengawasan secara sistematis. “Banyak tentara ‘mengepung’ rumah saya. Mereka memetakan seisi rumah dan merekam setiap aktivitas, seolah rumah saya markas musuh yang harus dipelajari dengan saksama,” tuturnya.

Tekanan tersebut diklaim tidak hanya terjadi di rumah, namun terus berlanjut saat ia beraktivitas di luar. “Saya dikuntit ke mana pun pergi, dari pagi hingga pagi lagi,” jelas dia.

Islah menekankan bahwa posisinya murni sebagai aktivis yang menyuarakan nilai-nilai demokrasi tanpa melanggar hukum. “Saya hanya aktivis sipil dan pro-demokrasi, bukan ‘antek asing’ atau apalagi pelaku korupsi. Negara ini seharusnya memberi proteksi, bukannya intimidasi,” tegasnya.

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak TNI maupun instansi berwenang perihal tuduhan pengintaian tersebut. Fenomena ini memicu diskursus tajam di media sosial mengenai batas kebebasan sipil serta hubungan antara aparat dengan para pejuang demokrasi di tanah air (*).

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung