Repelita Teheran - Amerika Serikat terdiam seribu bahasa menyikapi agresi militer Israel yang terus berlangsung di Lebanon, sementara Iran memutuskan untuk menunda gencatan senjata.
Laporan dari beberapa media bahwa tim negosiasi Iran telah tiba di Islamabad untuk bernegosiasi dengan Amerika adalah sepenuhnya salah, demikian keterangan resmi Tasnim News pada Jumat (10/4/2026).
ADVERTISEMENT
Penundaan ini diambil selama Amerika Serikat tidak memenuhi komitmennya terhadap gencatan senjata di Lebanon karena rezim Zionis Israel terus melakukan serangan di wilayah tersebut.
Dalam kesepakatan gencatan senjata dua minggu ini, Iran telah menyodorkan sepuluh syarat, di antaranya penghentian total agresi militer termasuk ke Lebanon.
Sementara Amerika Serikat hanya menginginkan pembukaan Selat Hormuz tanpa mau menghentikan aksi sekutunya, Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayed Mojtaba Khamenei, menyampaikan pesan tegas terkait sikap negaranya.
"Kepada negara-negara tetangga di selatan, saya katakan, kalian sedang menyaksikan sebuah keajaiban. Jadi, perhatikanlah dengan saksama dan pahamilah dengan baik, berdirilah di tempat yang tepat, dan waspadalah terhadap janji-janji palsu dari orang-orang jahat," tegas Mojtaba.
“Kami masih menunggu tanggapan yang tepat dari kalian, agar kami dapat menunjukkan persaudaraan dan niat baik kami kepada kalian,” katanya.
"Dengan izin Tuhan, kami tidak akan membiarkan para penjahat yang menyerang negara kami lolos dari hukuman."
Mojtaba juga menegaskan bahwa Iran pasti akan menuntut ganti rugi atas setiap kerusakan yang ditimbulkan, uang darah para martir, serta kompensasi untuk para korban luka.
"Kita juga pasti akan membawa pengelolaan Selat Hormuz ke tahap baru," tegas pemimpin tertinggi Iran tersebut.
Ia menekankan bahwa Iran tidak menginginkan perang tetapi tidak akan meninggalkan tuntutan yang sah.
"Meskipun masa berkabung resmi untuk pemimpin yang gugur telah berakhir, tekad yang kuat untuk membalas dendam atas darah suci para martir kita tetap hidup di dalam hati dan jiwa rakyat," katanya.
"Semangatnya tetap hidup, membimbing rakyat Iran dan gerakan global untuk keadilan," demikian bunyi pesan pemimpin tertinggi Iran tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok