Berita, Nasional

Amien Rais Minta Gibran Mundur dan Teladani Bung Hatta Demi Mencegah Gejolak Sosial

Repelita.id

11 October 2026 21:50 WIB

Amien Rais Minta Gibran Mundur dan Teladani Bung Hatta Demi Mencegah Gejolak Sosial
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri dari jabatannya di tengah berlanjutnya polemik latar belakang kualifikasi pendidikan.

Ia juga mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan untuk meyakinkan Gibran agar bersedia mundur guna menjaga stabilitas politik nasional sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube @AmienRaisOfficial

ADVERTISEMENT

.

Amien mengaitkan desakannya dengan pertimbangan hukum Mahkamah Konstitusi dalam putusan gugatan yang diajukan Denny Indrayana dan sejumlah pemohon terkait persyaratan pendidikan calon presiden dan wakil presiden.

Dalam pembacaan putusan tersebut, majelis hakim disebut menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan mengenai ijazah atau sertifikat pendidikan setara sekolah menengah atas milik putra sulung Joko Widodo tersebut.

Bagi Amien, polemik mengenai keabsahan dokumen tersebut semestinya menjadi momentum bagi Gibran untuk mengambil langkah mundur demi kepentingan nasional yang lebih besar.

Ia menilai Prabowo perlu mengambil peran aktif untuk meredakan persoalan sebelum berkembang menjadi gejolak politik dan sosial yang kian meluas di tengah masyarakat.

Amien memperingatkan bahwa gelombang kemarahan masyarakat sipil berpotensi terus meningkat apabila polemik mengenai kelayakan Gibran sebagai wakil presiden tidak segera menemukan penyelesaian konkret.

Ia mengkhawatirkan situasi tersebut dapat berkembang menjadi ledakan sosial yang sulit dikendalikan oleh aparat keamanan maupun pertahanan negara.

Menurut Amien, pemerintah tidak semestinya menganggap remeh akumulasi kekecewaan publik yang terus bermunculan di berbagai daerah.

Ia mengingatkan bahwa gejolak sosial dapat berkembang melampaui perkiraan apabila aspirasi masyarakat tidak memperoleh respons politik yang memadai.

Dalam skenario terburuk, Amien menyinggung kemungkinan terjadinya gerakan massa atau people power yang menuntut perubahan peta kepemimpinan politik nasional.

Ia menilai Prabowo akan menjadi pihak yang paling bertanggung jawab secara politik apabila situasi krisis tersebut benar-benar terjadi akibat pembiaran.

Amien secara khusus meminta Prabowo segera berkomunikasi dengan Jokowi agar mantan presiden tersebut bersedia menerima kemungkinan Gibran mengakhiri masa jabatannya lebih awal.

Menurut dia, langkah tegas tersebut sangat diperlukan agar polemik politik tidak terus menyita perhatian dan energi pemerintahan yang baru berjalan.

Prabowo, dalam pandangannya, perlu mengutamakan stabilitas negara serta keberlangsungan agenda pemerintahan dibandingkan mempertahankan posisi politik Gibran.

Amien bahkan menilai masa pemerintahan Prabowo yang tersisa akan jauh lebih produktif dan fokus apabila Gibran tidak lagi menduduki kursi wakil presiden.

Ia menggunakan istilah "di-drop saja" untuk menggambarkan usul agar Prabowo melanjutkan kepemimpinan nasional tanpa pendampingan Gibran.

Untuk memperkuat argumen politiknya, Amien merujuk pada teladan sejarah saat Mohammad Hatta mengundurkan diri dari jabatan wakil presiden pada 1 Desember 1956.

Bung Hatta kala itu memilih mundur setelah mengalami perbedaan pandangan politik yang mendasar dengan Presiden Soekarno mengenai arah pemerintahan negara.

Setelah kepindahan Bung Hatta, Soekarno tetap menjalankan roda pemerintahan secara efektif tanpa wakil presiden hingga berakhirnya masa kepemimpinannya.

Amien menggunakan pengalaman historis tersebut untuk menunjukkan bahwa ketiadaan wakil presiden tidak serta-merta membuat negara kehilangan kemampuan dalam mengelola pemerintahan.

Dari perbandingan sejarah tersebut, ia berpendapat Prabowo tetap dapat memimpin bangsa Indonesia dengan kuat tanpa keberadaan Gibran.

Desakan Amien mengemuka kembali setelah Mahkamah Konstitusi membacakan putusan atas gugatan perkara kelayakan kualifikasi pendidikan luar negeri yang ditempuh Gibran.

Permintaan Amien agar Gibran mundur merupakan proposal jalan keluar politik yang ditawarkan di tengah memanasnya perhatian publik terhadap kelayakan pejabat negara.

Di sisi lain, desakan kepada Prabowo menunjukkan bahwa isu ini telah berkembang menjadi ujian kepemimpinan dalam mengelola hubungan politik dengan Jokowi sekaligus meredam potensi ketegangan sosial.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung