Berita, Nasional

Amien Rais Mulai Berani Sentil Prabowo: Jangan Dimaknai Semau Gue

Repelita.id

12 August 2026 22:42 WIB

Amien Rais Mulai Berani Sentil Prabowo: Jangan Dimaknai Semau Gue
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Ummat Amien Rais mengimbau Presiden Prabowo Subianto agar senantiasa waspada dalam membina relasi diplomatik dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Amien menegaskan bahwa kemitraan antarnegara memang tergolong krusial tetapi tidak boleh mengikis asas politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia.

ADVERTISEMENT

Langkah peringatan ini diutarakan Amien seiring makin meningkatnya frekuensi interaksi bilateral antara kedua pimpinan negara tersebut.

Pihaknya mencatat bahwa pertemuan tatap muka maupun pembicaraan jarak jauh melalui saluran telepon sudah berulang kali dilakukan oleh kedua pejabat tinggi tersebut.

"Pertemuan Prabowo dengan Trump paling tidak tercatat tiga kali, sementara pembicaraan lewat telepon tercatat beberapa kali," kata Amien Rais.

Politikus senior tersebut mulai berani melayangkan sentilan keras terkait makna independensi diplomasi agar tidak ditafsirkan secara serampangan demi kepentingan sesaat.

Ia meminta agar hakikat kebebasan dalam diplomasi luar negeri tidak disalahartikan secara sepihak oleh pemegang kekuasaan.

"Karena politik luar negeri kita berprinsip bebas dan aktif, maka bebas itu jangan ditafsirkan semau gue. Jangan," kata Amien Rais.

Menurutnya Indonesia wajib memelihara pendirian independen di tengah pusaran konflik global khususnya saat berhadapan dengan negara superpower.

Amien turut mengkritisi keberpihakan politik Donald Trump yang dinilainya sangat condong membela kepentingan Israel.

Dirinya mengkhawatirkan adanya kecenderungan pergeseran sudut pandang Kepala Negara yang mulai terpengaruh oleh pemikiran pimpinan AS tersebut.

"Saya mungkin juga jutaan rakyat Indonesia menilai Mas Prabowo agak miring mendukung pikiran Trump seorang warmonger dan ada kesan mengagumi Israel," kata Amien Rais.

Ia menambahkan bahwa seluruh pijakan diplomasi Indonesia mengenai konflik internasional termasuk nasib Palestina wajib berpijak murni pada amanat konstitusi.

Gaya kepemimpinan pimpinan negara Paman Sam itu juga tak luput dari sorotan tajam karena dinilai berpotensi mengabaikan kehendak publik.

"Di negara demokrasi yang presidennya kementus atau sombong seperti Donald Trump yang tidak mau mendengar suara rakyatnya," kata Amien Rais.

Amien berpendapat bahwa sikap merasa paling tahu segalanya hanya akan menjauhkan seorang pimpinan dari simpati masyarakat.

"Merasa omniscience tahu segala-galanya, otomatis akan kehilangan dukungan rakyatnya," kata Amien Rais.

Oleh sebab itu pemerintah diingatkan untuk memelihara jarak aman dalam kemitraan strategis demi mencegah potensi kerugian bagi bangsa.

Amien berharap jalinan diplomasi internasional tidak hanya disandarkan pada kedekatan pribadi antar pimpinan negara belaka. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung