Berita, Nasional

Amien Rais Ragukan Wewenang Komdigi, Sindir Peran Teddy

Repelita.id

03 May 2026 12:53 WIB

Amien Rais Ragukan Wewenang Komdigi, Sindir Peran Teddy
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Menghadapi ancaman jalur hukum dari Kementerian Komunikasi dan Digital, Amien Rais merespons dengan nada santai sembari meragukan kewenangan lembaga tersebut untuk menuntutnya di pengadilan.

Tokoh senior itu berpendapat bahwa hanya pihak yang merasa dirugikan secara personal yang memiliki hak hukum untuk mengajukan gugatan atas pernyataan yang ia lontarkan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

"Saya melihat Teddy ini hanya nggulet (menempel) terus ke Pak Prabowo, sampai-sampai yang menentukan tamu, siapa menteri, mana jenderal yang bisa ketemu Pak Prabowo itu si Teddy ini," ujar Amien dalam kesempatan tersebut.

Amien justru memberikan saran agar jabatan Teddy Indra Wijaya direposisi sehingga tidak lagi menjadi pusat polemik dan sorotan publik yang berkepanjangan.

Ia menekankan bahwa posisi Sekretaris Kabinet seharusnya hanya berfokus pada urusan administrasi kabinet, bukan mengatur akses pertemuan tamu-tamu VVIP secara berlebihan dan diskriminatif.

"Teddy ini kan sesungguhnya cuma Sekretaris Kabinet, tapi seolah-olah paling berwibawa, merasa lebih penting dari sekretaris kabinet," ujarnya dengan nada sindiran.

"Dia bisa memilah-milih tamu, mana yang bisa diterima, mana yang tidak," tambah Amien mencontohkan perilaku yang dinilainya tidak semestinya dilakukan oleh seorang sekretaris kabinet.

Masalah birokrasi ini semakin diperkuat dengan cerita yang diterimanya dari salah satu menteri koordinator yang mengaku sulit menghadap presiden karena dihadang oleh Teddy.

"Menko itu cerita, 'Mas Amin, saya itu kadang-kadang mau ketemu presiden tidak bisa karena kata Teddy tidak ada waktu atau belum ada waktu,' begitu ," ujar Amien menirukan pengakuan sang menteri koordinator.

Amien menilai jika praktik semacam ini terus berlanjut tanpa koreksi, kepemimpinan Presiden Prabowo akan menghadapi kendala serius dalam proses pengambilan keputusan strategis di tingkat tertinggi.

Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid tetap pada pendiriannya bahwa konten video yang disebarkan Amien Rais mengandung narasi fitnah yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung