Repelita [Jakarta] - Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, menyampaikan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai belum membawa perubahan nyata.
Ia menyoroti posisi Prabowo yang dianggap justru mempertahankan status quo serta melanjutkan rantai kekuasaan rezim sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Dalam sebuah pernyataan melalui kanal Youtube pribadinya pada Sabtu, 13 Juni 2026, Amien menilai bahwa warisan Joko Widodo masih sangat mendominasi struktur kekuasaan nasional.
Salah satu bukti yang ia kemukakan adalah keberadaan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang belum digantikan oleh Presiden Prabowo.
Amien menekankan perlunya langkah berani demi melakukan transformasi di tingkat nasional sebelum masa jabatan berakhir pada tahun 2029.
Ia menyatakan, “Jika tidak berani mengubah substansi kekuasannya, kita jangan berharap ada perubahan nasional sampai tahun 2029.”
Menurut Amien, rakyat sebenarnya menaruh ekspektasi tinggi agar Presiden tidak sekadar menjadi pelindung bagi kepentingan-kepentingan masa lalu.
Ia berpendapat bahwa jejak jejak pemerintahan sebelumnya telah memberikan dampak negatif yang signifikan bagi sendi hukum serta politik di tanah air.
Amien berujar, “Warisan Pak Kowi (Jokowi) itu sudah habis-habisan menghancurkan Indonesia, ya (dari sisi) hukum, politik.”
Meskipun demikian, ia mengingatkan bahwa masih ada sisa waktu tiga tahun bagi Prabowo untuk memisahkan diri dari pengaruh kebijakan rezim terdahulu.
Amien juga memberikan teguran keras kepada Prabowo terkait niat politik mantan Presiden Jokowi yang dinilainya masih berupaya mempengaruhi kebijakan nasional.
Ia menegaskan, "Pak Jokowi itu bukan guru Anda (Prabowo). Dia itu perusak dan sekarang masih berpikir keras untuk menelikung Anda. Masa, Anda tidak merasa."*
Editor: 91224 R-ID Elok