Berita, Nasional

Anak Ahmad Bahar Baru Pulang Dini Hari Usai Dibantu Bp. Oegroseno, Yenni Nur Ungkap Dugaan Intimidasi dari Ormas GRIB Jaya

Repelita.id

18 May 2026 23:20 WIB

Anak Ahmad Bahar Baru Pulang Dini Hari Usai Dibantu Bp. Oegroseno, Yenni Nur Ungkap Dugaan Intimidasi dari Ormas GRIB Jaya
Foto: Istimewa

Repelita Depok - Kondisi mencekam dilaporkan sempat melanda buah hati dari tokoh pengamat media sosial tanah air Ahmad Bahar setelah yang bersangkutan diduga dibawa paksa ke markas komando organisasi kemasyarakatan GRIB Jaya.

Istri dari sang penulis membeberkan bahwa anak gadisnya baru diperkenankan kembali ke kediaman keluarga pada waktu dini hari setelah suaminya bergegas menghubungi mantan pejabat teras kepolisian Komjen Pol Purnawirawan Oegroseno.

ADVERTISEMENT

Insiden menegangkan tersebut disinyalir berawal saat sang putri berjalan beriringan bersama seorang aparatur lingkungan setempat yang dikawal oleh barisan pemuda bermotor yang diidentifikasi sebagai anak buah dari figur kawakan Rosario de Marshal.

Pihak keluarga menjelaskan bahwa sang putri sempat dihadapkan secara langsung dengan pimpinan tertinggi ormas tersebut di dalam ruang sekretariat guna dimintai pertanggungjawaban atas isu yang beredar luas di jagat maya.

Korban dilaporkan terus-menerus dicecar dengan pertanyaan bernada intimidatif serta tekanan mental yang berat terkait dengan merebaknya dugaan aksi teror digital terhadap figur pimpinan kelompok pemuda tersebut belakangan ini.

“Setelah anak saya ikut sama pak RW dengan anak buah Hercules, anak saya diinterogasi,” ujar Yenni kepada fajar.co.id, Senin 18 Mei 2026.

Perempuan paruh baya itu melanjutkan bahwa sang pucuk pimpinan kelompok massa tetap menaruh kecurigaan yang besar dan enggan memercayai argumen bahwa putrinya tidak memiliki keterkaitan dengan perbuatan teror tersebut.

“Dengan tetap ancam-ancam tidak percaya jika yang teror Hercules bukan anakku,” tukasnya menceritakan situasi penuh tekanan yang dihadapi oleh sang buah hati di hadapan barisan massa berseragam.

Pihak penahan di lokasi dilaporkan sempat menolak untuk membiarkan korban keluar dari area sekretariat sebelum figur sang ayah sendiri yang melangkahkan kaki ke dalam markas mereka guna menyelesaikan kesalahpahaman.

“Terus anakku tetap tidak dibolehkan pulang sebelum pak Bahar datang ke kantor GRIB Jaya,” ungkapnya menjabarkan skenario penyanderaan bersyarat yang sempat memicu kepanikan luar biasa di lingkungan internal keluarganya.

Melihat kondisi darurat yang mengancam keselamatan sang anak tersebut figur Ahmad Bahar langsung mengambil inisiatif taktis dengan mendatangi markas kepolisian resor terdekat guna mencari perlindungan hukum dari negara.

Langkah hukum formal tersebut dikombinasikan dengan membangun jalur komunikasi darurat bersama mantan petinggi korps baju cokelat demi meminta intervensi serta pengawalan dalam proses pelepasan sang anak dari cengkeraman massa.

“Tapi pak Bahar punya strategi, langsung lapor polres. Pak bahar minta bantuan pak Oegroseno,” bebernya mengisahkan keputusan cepat suaminya dalam memecah kebuntuan di tengah situasi malam yang kian genting.

Meskipun belum mengetahui secara mendalam mengenai bentuk skema bantuan hukum yang diberikan oleh sang jenderal purnawirawan namun langkah itu terbukti ampuh memaksa pihak ormas mengantarkan putrinya ke kantor polisi.

“Seperti apa bantuannya saya belum tahu. Yang jelas pihak GRIB disuruh antar anak saya ke Polres Depok,” imbuhnya menjelaskan titik balik dari proses negosiasi darurat yang dikawal oleh aparat penegak hukum tersebut.

Berdasarkan rincian waktu di lapangan sang anak dilaporkan tiba di area kantor kepolisian resor setempat menjelang tengah malam dan harus menjalani serangkaian proses administrasi serta klarifikasi selama beberapa jam.

“Pukul 23.15-an mungkin. Sampai Polres jam 00.00 WIB. Di Polres sekitar 2 jam Bars,” jelasnya menjabarkan durasi waktu yang dihabiskan di bawah perlindungan hukum demi memastikan kondisi fisik dan mental sang anak pulih sepenuhnya.

Setelah seluruh rangkaian prosedur pemeriksaan saksi selesai dilaksanakan oleh tim penyidik jajaran kepolisian barulah sang ayah bersama anak perempuannya diperkenankan untuk bertolak kembali menuju rumah.

“(Pulang ke rumah) Sekitar pukul 02.00 WIB, alhamdulillah (Pak Ahmad Bahar juga sudah pulang). Kan bareng anak di Polres,” tandasnya mengakhiri ulasan mengenai malam panjang yang melelahkan tersebut.

Melihat adanya potensi pelanggaran hak individu yang serius dalam kasus ini perwakilan dari badan hukum persyarikatan besar keagamaan di tingkat pusat kini mulai turun tangan memberikan atensi khusus.

Ketua Riset dan Advokasi Publik LBH AP PP Muhammadiyah Gufroni membenarkan bahwa figur Ahmad Bahar telah menyambangi kantor pusat organisasi di Jakarta guna mendaftarkan permohonan advokasi jangka panjang.

Pejabat hukum itu menyatakan bahwa jajaran staf ahli di bawah komandonya telah menerima berkas pengaduan secara resmi dan siap mengawal bergulirnya kasus dugaan persekusi ini di hadapan hukum negara.

“Memang hari ini pak Bahar sudah datang ke kantor PP Muhammadiyah dan sudah diterima staf kami di LBH AP PP Muhammadiyah,” ujar Gufroni kepada fajar.co.id, Senin 18 Mei 2026.

“Pada prinsipnya beliau meminta pendampingan hukum atas kasus yang dialaminya,” tambah dia menegaskan komitmen lembaga dalam memberikan bantuan hukum struktural kepada warga yang mencari keadilan.

Guna menghadapi kekuatan kelompok massa yang dikenal memiliki gurita jaringan luas tersebut jajaran penasihat hukum persyarikatan dipastikan tidak akan melangkah sendirian dalam menyusun strategi pembelaan.

Pihak eksekutif lembaga advokasi tersebut berencana merapatkan barisan dengan mengundang puluhan organisasi bantuan hukum dari berbagai elemen pergerakan Islam di tanah air guna menyatukan persepsi.

“Dan, oleh karenanya kami besok akan mengadakan pertemuan dengan mengundang perwakilan LBH dari 40 ormas Islam,” tukasnya membeberkan rencana konsolidasi akbar jajaran advokat lintas organisasi.

Upaya penggalangan kekuatan advokasi secara masif ini dinilai sangat krusial mengingat perkara pemaksaan kehendak oleh kelompok sipil ini sudah masuk dalam kategori persoalan yang cukup serius bagi kebebasan sipil.

“(Ini dilakukan) Untuk mengambil sikap atas persoalan ini,” Gufroni menuturkan landasan utama di balik urgensi pelaksanaan rembuk hukum antarelite pergerakan tersebut.

Langkah pelibatan banyak elemen hukum dari berbagai latar belakang organisasi kemasyarakatan ini sengaja ditempuh lantaran kubu lawan yang dihadapi dalam sengketa ini ditengarai memiliki pengaruh yang kuat.

“Nanti terkait dengan pendampingan hukum, memang rencananya akan melibatkan LBH dari Ormas Islam itu,” jelasnya mengonfirmasi peta kekuatan barisan penasihat hukum yang akan diturunkan ke lapangan.

Eksistensi sang pimpinan tertinggi dari organisasi kepemudaan tersebut dinilai memiliki daya tawar yang cukup diperhitungkan di panggung publik sehingga membutuhkan pengawalan hukum yang seimbang.

“Jadi tidak hanya dari LBH AP PP Muhammadiyah, karena mengingat orang yang kita hadapi ini memang dianggap punya pengaruh,” sambung dia menganalisis konstelasi perkara horizontal yang sedang bergulir.

Ia bahkan tidak menampik adanya indikasi kedekatan relasi personal maupun kelembagaan antara kubu terlapor dengan jajaran elit yang berada di dalam lingkar pusat kekuasaan pemerintahan saat ini.

“Terutama di kekuasaan,” imbuhnya mengakhiri ulasan mengenai latar belakang sosiologis dari penanganan perkara yang kini menjadi pusat perhatian publik nasional tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung