Berita, Hukum

Analis: Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Cerminan Rakyat, UGM Kunci Selesaikan Polemik

Repelita.id

20 April 2026 15:46 WIB

Analis: Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Cerminan Rakyat, UGM Kunci Selesaikan Polemik
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai sikap Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), yang merasa tersinggung atas serangan dari relawan atau pendukung Jokowi yang kerap disebut termul adalah sesuatu yang wajar.

Menurut sosok yang akrab disapa Hensa itu, persoalan ini seharusnya tidak dibiarkan terus membesar dan memecah belah bangsa.

ADVERTISEMENT

JK selama ini, lanjut Hensa, telah menyuarakan keresahan yang sesungguhnya juga dirasakan oleh masyarakat luas.

Keresahan itu adalah soal polemik ijazah mantan Presiden Jokowi yang dinilai berlarut-larut tanpa kejelasan dan titik terang.

"Concern Pak JK tentang ijazah Pak Jokowi ini memang concern umum, seluruh rakyat Indonesia. Kenapa begitu lama dan bertele-tele? Padahal ada contoh seperti Hakim MK Arsul Sani yang langsung menunjukkan ijazahnya dan selesai," ujar Hensa kepada wartawan, Senin, 20 April 2026.

Menurut Hensa, argumen Jokowi yang menyatakan bahwa pihak yang menuduh ijazahnya palsulah yang harus membuktikan tuduhan tersebut tidak sepenuhnya tepat.

Argumentasi itu dinilai kurang pas mengingat status Jokowi sebagai mantan presiden dan tokoh bangsa yang disegani.

"Kalau Pak Jokowi bukan presiden ketujuh dan bukan tokoh bangsa, mungkin argumen itu bisa diterima. Tapi justru karena statusnya, dibutuhkan langkah yang tidak biasa untuk dipertontonkan kepada publik," ujarnya.

Hensa juga menegaskan bahwa kunci penyelesaian polemik yang berkepanjangan ini sebenarnya ada di tangan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Jika UGM secara resmi dan terbuka menyatakan bahwa Jokowi pernah kuliah dan lulus dari kampus tersebut, maka baginya persoalan sudah selesai.

"Standpoint saya sejak awal adalah UGM. Kalau UGM mengatakan Jokowi kuliah dan lulus, maka selesai buat saya. Maka justru UGM harus dilibatkan dalam proses pembuktian ini," katanya.

Terkait serangan para relawan kepada JK, Hensa mengingatkan bahwa JK juga merupakan tokoh bangsa yang layak dihormati dan dihargai.

Ia mengajak para relawan untuk menggunakan pendekatan yang lebih bijak dan dewasa ketimbang terus memperkeruh suasana di ruang publik.

"Termul atau relawan Jokowi yang menyerang Pak JK bisa menggunakan teknologi paling canggih yang diwariskan para pendiri bangsa, namanya musyawarah. Ketemu Pak JK, dan kembali menjadi satu kesatuan bangsa yang bersinergi positif," pungkas Hensa mengakhiri pernyataannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung