Berita, Nasional

Analis Meragukan Nyali Prabowo Reshuffle Bahlil dan Meutya, Nilai Loyalitas Lebih Sakti dari Rapor Merah di Kabinet

Repelita.id

18 April 2026 23:41 WIB

Analis Meragukan Nyali Prabowo Reshuffle Bahlil dan Meutya, Nilai Loyalitas Lebih Sakti dari Rapor Merah di Kabinet
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Isu perombakan kabinet atau reshuffle di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto semakin kencang berembus, dengan sejumlah menteri dinilai posisinya sedang digoyang.

Peneliti Senior Citra Institute, Efriza, memberikan analisis tajam namun justru meragukan apakah sang presiden punya keberanian menyentuh nama-nama besar di lingkaran kekuasaannya.

ADVERTISEMENT

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjadi nama pertama yang masuk radar evaluasi karena dinilai berada dalam posisi sulit akibat harus membagi loyalitas antara Prabowo dan mantan Presiden Jokowi.

Bahlil acap dinilai kurang berkompeten mengelola kebijakan energi karena kegaduhan komunikasi politiknya, ada kekhawatiran dia tidak fokus, tapi apa berani Prabowo mereshuffle Bahlil? Dia politisi dengan pengaruh kuat, ujar Efriza pada Jumat, 17 April 2026.

Di sisi lain, Menteri HAM Natalius Pigai dinilai sangat aman meski sering mendapat sentimen negatif karena ia dianggap sebagai sosok yang sudah berkeringat lama mendampingi Prabowo.

Kondisi sebaliknya menimpa Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana yang diprediksi rentan digeser karena performa yang dianggap tidak optimal.

Widiyanti memungkinkan digeser karena kinerjanya tidak optimal dan ketidakmampuannya menjelaskan pengelolaan anggaran saat rapat bersama DPR, tambah Efriza.

Kementerian Komunikasi dan Digital yang dipimpin Meutya Hafid juga disebut-sebut masuk radar evaluasi karena transformasi digital dinilai belum mencapai titik optimal.

Efriza menyimpulkan bahwa dalam gaya kepemimpinan Prabowo, kinerja yang kurang memuaskan bisa dimaafkan asalkan loyalitasnya teruji kepada presiden.

Reshuffle diprediksi bukan sekadar soal siapa yang bermasalah secara teknis, tapi siapa yang dianggap kurang sejalan dengan agenda besar sang Presiden.

Bahkan, rasanya ragu Presiden Prabowo punya nyali melakukan reshuffle terhadap menteri-menteri tersebut, sekadar menggeser posisinya saja perlu kehati-hatian ekstra, pungkas Efriza.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung