Berita, Timur Tengah

Ancaman Baru AS ke Iran: Siap Gempur Lagi jika Negosiasi Gagal, Jawaban Teheran Tak Kalah Ngeri

Repelita.id

17 April 2026 12:07 WIB

Ancaman Baru AS ke Iran: Siap Gempur Lagi jika Negosiasi Gagal, Jawaban Teheran Tak Kalah Ngeri
Foto: Istimewa

Repelita Washington - Ancaman baru dilontarkan Amerika Serikat kepada Iran dengan pernyataan siap menggempur lagi jika negosiasi yang tengah berjalan dinyatakan gagal.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menegaskan bahwa militer Amerika tetap siaga penuh meskipun saat ini masa gencatan senjata masih berlangsung.

ADVERTISEMENT

“Kami mengawasi Anda,” ujar Hegseth sembari mengklaim intelijen AS memantau setiap gerak-gerik aset militer Iran.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal keras bahwa ketegangan belum mereda dan eskalasi bersenjata bisa terjadi sewaktu-waktu.

Di tengah tekanan itu, jalur diplomasi masih terus dibuka melalui peran Pakistan sebagai mediator.

Delegasi tingkat tinggi Pakistan yang dipimpin Asim Munir telah melakukan pembicaraan dengan pejabat Iran untuk menjajaki kemungkinan dimulainya kembali negosiasi antara Teheran dan Washington.

Gedung Putih bahkan mengindikasikan putaran perundingan berikutnya berpeluang digelar di Islamabad.

Hegseth memperingatkan bahwa diplomasi memiliki batas waktu dan pasukan AS siap kembali berperang jika pembicaraan tidak membuahkan kesepakatan.

“AS kini mempersenjatai diri dengan kekuatan lebih besar dari sebelumnya. Industri energi belum hancur sepenuhnya. Blokade AS menghentikan ekspor. Saya harap Anda memilih kesepakatan yang ada di depan mata,” kata Hegseth.

Ia juga menegaskan blokade laut terhadap pelabuhan Iran akan terus berlangsung selama diperlukan, bahkan AS mengklaim telah menguasai penuh lalu lintas di Selat Hormuz.

Jawaban dari Teheran tidak kalah ngeri karena militer Iran memperingatkan akan memperluas konflik dengan mengganggu jalur perdagangan internasional di luar Selat Hormuz.

Iran mengancam akan memblokir jalur perdagangan di Laut Merah, Teluk, hingga Laut Oman jika blokade AS terus berlanjut.

Langkah tersebut berpotensi mengguncang pasar energi dan rantai pasok global, menempatkan dunia dalam posisi waspada menanti arah stabilitas kawasan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung