Berita, Nasional

Andi Arief: Lawan Oligarki, Belajar dari Negara dan Revolusi Lenin

Repelita.id

05 September 2026 15:31 WIB

Andi Arief: Lawan Oligarki, Belajar dari Negara dan Revolusi Lenin
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Diskusi hangat mengenai perlawanan terhadap kelompok oligarki meramaikan lini masa platform digital media sosial pada tanggal 4 September 2026 yang lalu.

Perbincangan tersebut bermula dari sebuah unggahan yang dibagikan secara terbuka oleh akun [suspicious link removed] melalui utas percakapan daring.

ADVERTISEMENT

Dalam cuitan tersebut, pemilik akun memberikan pandangan khusus mengenai strategi perlawanan dengan menuliskan kalimat Bang, kalau mau melawan oligarki, harus belajar dari negara dan revolusi yang ditulis Lenin.

Pernyataan itu kemudian mendapat tanggapan serta kutipan langsung dari akun @msaid_didu yang mengulas karakteristik kekuatan oligarki.

Tanggapan tersebut berbunyi Oligarki itu bagaikan hantu - siapa pemelihara hantu ?.

Keterangan itu dilanjutkan dengan kalimat Hantu itu hanya berani kepada orang yg suka bakar kemenyan untuk memuja atau memanggil hantu.

Ulasan tersebut ditutup dengan kalimat Yang suka memanggil hantu untuk diajak kerjasama adalah yang suka mendapatkan sesajen.

Faktanya yang suka menikmati “sesajen”.

Utasan interaktif tersebut langsung memancing beragam reaksi serta perdebatan dari para pengguna media sosial lainnya di kolom balasan.

Salah satu tanggapan datang dari akun @BotiHunters yang mengaitkan diskusi tersebut dengan landasan hukum positif yang berlaku.

Komentar dari warganet tersebut berbunyi Kau baca dong Psl.

188 KUHP.

Kelanjutan isi tanggapan itu menuliskan 1Setiap Orang yang menyebarkan dan mengembangkan ajaran komunisme/marxisme-leninisme atau paham lain yang bertentangan dengan Pancasila Di Muka Umum dengan lisan atau tulisan termasuk menyebarkan atau mengembangkan melalui media apa pun dipidana...dst.

Tanggapan akademis lainnya disampaikan oleh akun @sambilan99

yang menyarankan referensi literatur tambahan terkait teori pergerakan sosial.

Pernyataan tersebut berbunyi Benar, Mas AA.

Selanjutnya baca buku Antonio Gramsci "Catatan-catatan dari Penjara" mengajarkan tentang perang posisi dan perang manuver.

Komentar itu menambahkan Seperti Mas AA dan Bang Nezar Patria uraikan di buku "Antonio Gramsci: Negara dan Hegemoni".

Atau kalau mau hanyut baca novel "Laut.

Sementara itu, akun @prabowoteguh030 memberikan komentar singkat bernada satir menanggapi dinamika diskusi politik tersebut.

Pernyataan dari akun tersebut berbunyi Kasi paham dia biar engga jadi opposisi gadungan.

Berbagai pandangan kritis dari warganet ini mencerminkan tingginya perhatian publik terhadap diskursus politik serta strategi pergerakan kelompok oposisi di tanah air.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung