Repelita [Jakarta] - Ketua Umum Militan Gibran Nusantara, Andi Azwan, berpandangan bahwa keterangan Rektor Universitas Gadjah Mada, Ova Emilia, mengenai validitas ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, sudah sangat jelas dan tidak memiliki ambiguitas.
Penjelasan tersebut Merujuk pada pernyataan resmi yang pernah disampaikan pihak Rektor UGM melalui rekaman video yang disebarkan ke khalayak luas.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan klarifikasi tersebut, Andi optimis bahwa pihak pengadilan akan memanggil Ova Emilia untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam pernikahan mendatang.
"Apakah dia (Ova Emilia) nanti akan dipanggil sebagai saksi? Saya katakan dia akan dipanggil sebagai saksi," tegas Andi Azwan saat tampil dalam acara Bola Liar, Jumat (5/7/2026).
Langkah tersebut dianggap sebagai bagian penting dalam proses hukum untuk memastikan keterlibatan institusi pendidikan terkait di muka konferensi.
Andi mengungkapkan bahwa pendirian kelompoknya selama ini bersandar pada konfirmasi resmi UGM serta hasil pengujian forensik yang telah dilakukan Bareskrim Polri.
Lembaga kepolisian sebelumnya memang telah menyimpulkan bahwa dokumen ijazah yang dipersoalkan tersebut adalah sah dan asli.
Dengan adanya bukti-bukti tersebut, ia yakin tidak ada lagi celah bagi siapa pun untuk meragukan keabsahan ijazah tersebut.
Pemanggilan Rektor UGM ke ruang sidang dianggap sebagai langkah mutlak untuk mengakhiri berbagai pembohongan yang terus beredar di masyarakat luas.
Kepastian hukum ini memandang perlunya agar polemik berkepanjangan terkait isu tersebut segera membahas titik terang di mata publik. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok