Berita, Nasional

Andi Widjajanto Sebut Duet Gibran Dan Anies Pada Pilpres 2029 Bukan Hal Mustahil

Repelita.id

05 September 2026 23:48 WIB

Andi Widjajanto Sebut Duet Gibran Dan Anies Pada Pilpres 2029 Bukan Hal Mustahil
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dinamika kontestasi kepemimpinan nasional masa depan kini diwarnai oleh ramalan konfigurasi figur kejutan dari kalangan elite partai politik.

Perbincangan hangat tersebut mencuat usai salah satu petinggi struktural partai berlambang banteng moncong putih melontarkan proyeksi gabungan duet kepemimpinan tak terduga.

ADVERTISEMENT

Wacana menyatunya dua tokoh yang semula memiliki basis pendukung berseberangan dinilai sangat terbuka lebar akibat cairnya jalinan diplomasi antar-aktor strategis nasional.

Kepala Badan Riset PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, menilai bahwa dalam panggung perebutan kekuasaan, pergeseran kawan dan lawan dapat terjadi secara instan.

“Politik enggak ada yang impossible. Itu juga sesuatu yang harus kita siap kaget,” ujar mantan sekretaris kabinet tersebut saat membedah prediksi peta koalisi.

Ia membuka tabir analisis mengenai kemungkinan bersatunya sang wakil presiden petahana dengan mantan gubernur ibu kota pada perhelatan akbar mendatang.

“Ini mungkin kondisi yang bisa tiba-tiba ya, Gibran-Anies. Dan bisa saja Aniesnya mau, namanya politik,” katanya menambahkan argumen mengejutkan tersebut.

Walakin, terdapat analisis alternatif di mana sang mantan menteri pendidikan bisa saja memilih opsi mendinginkan mesin politik personalnya selama setengah dekade ke depan.

Langkah rehat sejenak itu diproyeksikan sebagai momentum penguatan basis kendaraan baru sebelum terjun kembali secara mandiri tanpa intervensi patron lama.

Mengingat kompleksnya potensi turbulensi politik, seluruh tim taktis disarankan mulai memetakan pelbagai skenario koalisi yang diibaratkan menyerupai ruang dimensi jamak.

“Harus kita siapkan sekarang,” ujarnya menekankan pentingnya langkah antisipasi dini terhadap segala pergeseran poros kekuasaan.

Di sisi lain, gaya pengelolaan jaringan dari sang mantan presiden terdahulu turut dibongkar sebagai figur yang mahir mengendalikan banyak kaki bidak catur.

Tokoh asal Solo itu dinilai tidak pernah meletakkan seluruh pertaruhan politiknya hanya pada satu opsi taktis atau satu gerbong pendukung saja.

“Pak Jokowi yang saya pahami selalu tidak pernah punya skenario tunggal. Tidak hanya skenario A. Dia akan punya skenario bahkan lawannya A, atau skenario alternatif dari A,” kata Andi.

Fleksibilitas opsi tersebut membuat sang mentor politik dapat dengan mudah berpindah haluan menyesuaikan arah embusan angin koalisi yang paling menguntungkan.

Bidikan skenario ke depan diprediksi akan memanfaatkan instrumen partai anak muda, faksi loyalis militan, hingga potensi konsolidasi ulang bersama sang presiden petahana.

Pilihan final dari pergerakan senyap ini nantinya bakal bermuara pada opsi taktis yang memberikan jaminan keamanan tertinggi serta keuntungan politik paling masif.

“Nanti dilihat saja, mana yang peluangnya paling bagus, paling besar, dan risiko politiknya ke Pak Jokowi paling kecil,” pungkas Andi mengakhiri analisisnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung