Berita, Nasional

Andy Budiman: Jokowi Adalah Fenomena Politik yang Dobrak Dominasi Elite di Indonesia

Repelita.id

16 July 2026 18:58 WIB

Andy Budiman: Jokowi Adalah Fenomena Politik yang Dobrak Dominasi Elite di Indonesia
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Wakil Ketua Umum PSI, Andy Budiman, menyebut sosok Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, sebagai fenomena politik langka yang berhasil mendobrak dominasi kelompok elite di Indonesia.

Menurut Andy, rekam jejak Jokowi yang berangkat dari latar belakang bukan berasal dari keluarga pejabat, militer, maupun kalangan kaya raya merupakan anomali sejarah politik nasional.

ADVERTISEMENT

"Jadi yang perlu kita lihat pertama adalah, Pak Jokowi itu bukan sekadar seorang mantan presiden, tapi sebuah fenomena politik di Indonesia," ujar Andy, Rabu (15/7/2026).

Andy merinci perjalanan karier politik Jokowi yang dimulai dari tingkat lokal sebagai Wali Kota Solo, kemudian menjabat Gubernur DKI Jakarta, hingga memimpin negara selama dua periode.

"Bayangkan orang yang bukan berasal dari kalangan elite. Dia bukan anak pejabat, bukan dari kalangan militer, bukan dari elite politik, bukan anak orang kaya, dan lain sebagainya," tuturnya.

Ia menilai pencapaian tersebut sangat fenomenal dan jarang ditemukan, bahkan dalam skala politik global yang kerap didominasi oleh lingkaran kekuasaan tertentu.

"Ini sebuah karier politik yang luar biasa, yang sangat fenomenal, yang mungkin di Indonesia belum pernah ada sejarahnya orang yang bisa merintis karier politik seperti yang dilakukan oleh Pak Jokowi," sebutnya.

Kehadiran Jokowi pun dianggap mampu mengubah peta politik yang selama ini dirasa eksklusif oleh kelompok yang merasa memiliki kendali penuh atas arena tersebut.

"Yang mereka percaya itu playground mereka. Ini tempatnya kami semua, kami yang mengontrol dan sebagainya. Tiba-tiba dimasuki oleh orang asing," jelasnya.

Lebih lanjut, Andy menekankan bahwa hingga saat ini Jokowi masih memiliki karisma kuat serta hubungan emosional yang mendalam dengan masyarakat di berbagai daerah.

"Masyarakat melihat Pak Jokowi bukan sebagai seorang politisi yang sedang berkampanye. Beda. Cara mereka melihat Pak Jokowi, mendekat, ingin berfoto, bersalaman, antusiasmenya," katanya.

Bagi masyarakat, Jokowi dianggap sebagai pemimpin yang lebih mudah dijangkau dibandingkan sosok penguasa yang hanya bisa dilihat dari kejauhan.

"Tiba-tiba Pak Jokowi ini, sudah dua kali, menjadi sosok yang lebih bisa dijangkau oleh mereka. Tidak hanya dilihat lewat televisi, baliho, dan lain sebagainya, tetapi menjadi sosok yang dekat dengan diri mereka," pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung