Repelita Jakarta - Tindakan seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang terekam sibuk melakukan panggilan video sambil menjulurkan lidah di tengah forum resmi memicu gelombang kecaman publik.
Momen tersebut terjadi saat Rapat Dengar Pendapat Komisi XII bersama jajaran MIND ID berlangsung pada 15 September 2026 di Kompleks Parlemen Senayan.
ADVERTISEMENT
Banyak pihak menilai perilaku itu menjijikan, norak, dan memalukan karena dilakukan di ruang sidang yang seharusnya dijalankan dengan penuh etika dan rasa hormat.
Channel YouTube Sahabat soleh mengulas rekaman tersebut dan menyoroti bagaimana sikap wakil rakyat yang digaji dari uang rakyat justru memperlihatkan kurangnya kesopanan di forum kenegaraan.
Moreno Soeprapto dari Fraksi Gerindra akhirnya memberikan klarifikasi bersama istri, Nurani, melalui unggahan Instagram pribadinya pada 20 September 2026 setelah video itu viral luas.
Dalam penjelasannya ia menyatakan, “Saya Moreno Soeprapto dan juga sama istri saya, Nurani, saya ingin menjelaskan tentang kejadian beredar video pada saat rapat dengar pendapat di Komisi XII.”
Nurani menambahkan bahwa anak mereka baru keluar dari rumah sakit dan sedang dalam masa pemulihan.
Ia menyampaikan, “Mohon maaf sebelumnya, pada saat itu anak saya baru keluar dari rumah sakit dan dalam masa pemulihan dan rewel karena bapaknya kerja terus dan tidak ada di rumah sehingga minta video call, hanya dalam beberapa detik untuk dikasih lihat bahwa bapaknya lagi kerja. Mungkin keputusan yang diambil pada saat itu bukan keputusan yang tepat.”
Moreno sendiri mengaku sempat bercanda hingga lidahnya terjulur saat menghibur anaknya yang bernama Nuha.
Ia mengatakan, “Pada saat itu saya selesai berbicara dan langsung mendapatkan telepon, saya ingin menjelaskan ke anak saya, Nuha, bahwa papi ini dalam pertengahan rapat nanti setelah selesai papi akan telepon. Jadi saya menghibur pada saat itu saya sempet bercanda, mungkin lidah saya mengeluarkan dari mulut saya itu sembari mengajak bercanda si Nuha.”
Meski demikian, politisi yang mewakili Jawa Timur itu menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
Moreno menegaskan, “Saya sekali lagi bersama Nurani istri saya, memohon maaf yang sebesar-besarnya. Tidak ada termaksud niat di hati kami atau hati saya pada saat kerja untuk melecehkan persidangan Dewan yang terhormat. Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dirasa di situ memperlihatkan, menyepelekan ataupun memberikan rasa yang tidak hormat kepada rapat yang terselenggara pada 15 September 2026. Sekali lagi mohon maaf.”
Kejadian ini memperkuat pandangan sebagian masyarakat bahwa etika di ruang parlemen masih kerap diabaikan.
Sikap yang dinilai menjijikan dan memalukan tersebut kembali menjadi pengingat bahwa wakil rakyat dituntut menjaga wibawa lembaga di setiap kesempatan resmi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok