Berita, Nasional

Annette Mau Sebut Program Makan Bergizi Gratis Hina Ilmu Pengetahuan dan Perempuan

Repelita.id

18 July 2026 22:21 WIB

Annette Mau Sebut Program Makan Bergizi Gratis Hina Ilmu Pengetahuan dan Perempuan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang digagas pemerintah kini diterpa gelombang kritik tajam.

Tanggapan miring datang langsung dari Annette Mau, perwakilan Aliansi Ibu Indonesia, dalam forum resmi di parlemen.

ADVERTISEMENT

Annette secara blak-blakan menyebut proyek tersebut sebagai langkah yang justru mengerdilkan ilmu pengetahuan serta kaum perempuan.

Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan jajaran Komisi IX DPR RI pada pertemuan yang berlangsung Kamis (16/7/2026).

Ia menyoroti absennya pelibatan aspirasi para ibu dalam formulasi maupun pengambilan keputusan terkait program pemerintah ini.

"Ini adalah proyek yang paling menghinakan ilmu pengetahuan dan perempuan," kata Annette, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Annette, sosok perempuan merupakan pihak yang paling memahami strategi bertahan di tengah kondisi krisis.

Ia menggarisbawahi realitas mengenai kegigihan seorang ibu dalam memastikan anak-anak mereka tetap mendapatkan asupan makanan yang layak.

"Betapa hinanya anak-anak kita di mata negara diberikan makan sampai keracunan. Dan apa tindakan negara? Adakah kompensasi? Adakah permintaan maaf? Adakah ganti rugi secara sosial? Bapak, Ibu yang tidak punya BPJS ke rumah sakit merawat anaknya berhari-hari tanpa kompensasi dan kita berkata kita sedang membela orang miskin. How dare you?" ujarnya.

Selain itu, pihak Aliansi Ibu Indonesia merasa kecewa karena pemerintah dinilai menutup ruang bagi masukan para pakar yang kompeten.

"Bahwa urusan makan, urusan gizi, perempuan dan ibu jangan dilawan Bapak dan Ibu. 10.000 di tangan kami itu jadinya bernilai Rp100.000. Bapak-bapak di sebelah sini sudah ngangguk-ngangguk. Saya yakin istri-istri mereka luar biasa hebat di rumah. Jadi jangan tanya di tangan kami 15.000 bisa jadi berapa?" urainya.

Annette menilai program ini memiliki paradoks karena narasi utamanya adalah menolong perempuan, namun aspirasi mereka justru diabaikan.

Ia bahkan melayangkan kritik kepada kepala Badan Gizi Nasional yang baru, Ibu Nani S Deyang, karena dianggap tidak merepresentasikan kepentingan para ibu.

"Dan maaf kalau saya boleh ngomong terus terang. Saya tidak merasa bangga Ibu Nani S Deyang yang menggantikan menjadi kepala BGN sekarang. Maaf, dia tidak ada di pihak kami walau dia berjenis kelamin perempuan. Karena kalau dia perempuan yang sungguh-sungguh ibu, dia akan paham this is not the way you feed the children," tegasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung