Berita, Nasional

Arab Saudi, Turki, Dan Pakistan Resmi Teken Pakta Pertahanan Makkah, Poros Baru Kekuatan Dunia Islam Lahir, bagaimana RI bersikap?

Repelita.id

16 August 2026 14:23 WIB

Arab Saudi, Turki, Dan Pakistan Resmi Teken Pakta Pertahanan Makkah, Poros Baru Kekuatan Dunia Islam Lahir, bagaimana RI bersikap?
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Arab Saudi, Turki, serta Pakistan resmi meresmikan pakta pertahanan bersama dalam sebuah perhelatan tingkat tinggi di kota suci Makkah.

Kesepakatan strategis tersebut ditandatangani bertepatan pada tanggal 7 Agustus 2026 yang mempertemukan para pemimpin tertinggi ketiga negara.

ADVERTISEMENT

Pertemuan penting itu dihadiri oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Presiden Recep Tayyip Erdogan, serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif.

Perjanjian trilateral ini menetapkan pilar pertahanan kolektif di mana setiap agresi militer terhadap satu negara dikategorikan sebagai ancaman bagi seluruh anggota.

Langkah besar ini diambil di tengah pusaran konflik kawasan yang melibatkan ketegangan Teluk serta jalur pelayaran strategis di perairan internasional.

Pernyataan resmi KTT menegaskan bahwa poros baru ini bertujuan merajut pencegahan terpadu serta memperkuat sinergi keamanan bersama.

Ikatan sejarah serta kesamaan visi strategis menjadi landasan utama pembentukan aliansi demi meredam gejolak regional maupun global.

Presiden Turki dalam platform media sosial miliknya menyampaikan bahwa kerangka kerja sama ini berlandaskan doktrin pertahanan kolektif.

Aliansi tersebut mencakup pengembangan sektor industri militer bersama serta peningkatan kapasitas penanggulangan terorisme secara terpadu.

Pihaknya menegaskan bahwa instrumen hukum internasional tetap menjadi acuan melalui hak bela diri yang diatur dalam piagam perserikatan bangsa-bangsa.

Inisiatif tersebut dipastikan tidak mengarahkan ancaman kepada pihak manapun serta terbuka bagi negara lain yang mendambakan kedamaian.

Perdana Menteri Pakistan memandang momentum di tanah suci Makkah ini sebagai tonggak sejarah yang merefleksikan kedalaman kepercayaan antarnegara bersaudara.

Menteri Pertahanan Saudi menambahkan bahwa kemitraan jangka panjang ini dirancang untuk mendongkrak koordinasi pertahanan lintas batas secara berkelanjutan.

Dinamika kawasan sendiri diwarnai oleh ketegangan geopolitik berkepanjangan antara Iran di satu sisi serta kekuatan barat di sisi lain.

Pengendalian jalur pasokan energi di kawasan maritim sempat memicu instabilitas sebelum akhirnya diupayakan langkah-langkah diplomasi perdamaian.

Kehadiran poros kekuatan baru ini dinilai mampu mengurangi ketergantungan keamanan negara kawasan terhadap kekuatan militer eksternal.

Bagi Indonesia, momentum ini menyajikan peluang strategis untuk memperkuat kerja sama industri pertahanan sekaligus merawat prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Diplomasi perdamaian tetap dikedepankan guna memastikan stabilitas kawasan dunia Islam terjaga melalui dialog yang konstruktif. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung