Berita, Timur Tengah

AS Resmi Sanksi Jaringan Penyalur Minyak Iran ke Tiongkok, Putus Aliran Pendanaan Militer?

Repelita.id

12 May 2026 21:07 WIB

AS Resmi Sanksi Jaringan Penyalur Minyak Iran ke Tiongkok, Putus Aliran Pendanaan Militer?
Foto: Istimewa

Repelita Washington - Otoritas Amerika Serikat secara resmi memberlakukan rangkaian pembatasan ekonomi terbaru terhadap sejumlah korporasi yang diduga kuat membantu Teheran dalam proses pengiriman komoditas minyak mentah menuju pasar Tiongkok pada Senin, 11 Mei 2026.

Strategi ini diimplementasikan sebagai upaya sistematis untuk melumpuhkan kanal pendanaan yang mendukung aktivitas operasional militer serta keberlanjutan program pengembangan teknologi nuklir yang sedang dijalankan oleh Iran.

ADVERTISEMENT

Kebijakan tersebut menyusul langkah Departemen Keuangan Amerika Serikat yang sebelumnya telah menjatuhkan sanksi berat bagi perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam pengadaan persenjataan peluru kendali balistik pada Jumat, 8 Mei 2026.

Dalam dokumen resmi yang dirilis, terdapat tiga orang warga negara dan sembilan entitas bisnis yang menjadi sasaran sanksi ini, di mana beberapa perusahaan diketahui berbasis di wilayah Hong Kong serta beberapa negara lainnya di kawasan Arab.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Presiden Donald Trump mengisyaratkan akan meminta bantuan serta keterlibatan langsung dari pimpinan Tiongkok untuk memecahkan kebuntuan proses negosiasi yang saat ini tengah berlangsung dengan pemerintah Iran.

Rencana lobi diplomatik tingkat tinggi ini dijadwalkan akan terjadi dalam waktu dekat melalui pertemuan bilateral khusus yang mempertemukan Presiden Trump dengan Presiden Xi Jinping guna membahas stabilitas regional.

Pihak Departemen Keuangan secara spesifik menyatakan bahwa sanksi ekonomi tersebut menyasar individu-individu yang secara sengaja menggunakan perusahaan cangkang fiktif untuk menyokong operasional Korps Garda Revolusi Islam dalam mengekspor minyak.

Menteri Keuangan Scott Bessent memberikan pernyataan tegas mengenai komitmen kementeriannya dalam memblokir segala bentuk aliran uang pemerintah maupun militer Iran untuk kebutuhan persenjataan canggih.

Otoritas keuangan Amerika Serikat menaruh kekhawatiran besar bahwa perolehan dana dari transaksi minyak tersebut bakal dialokasikan Iran untuk membiayai aksi terorisme global yang berisiko mengacaukan fundamental ekonomi internasional.

Guna memberikan gambaran mengenai pola keuangan tersebut, Scott Bessent menerangkan bahwa pendanaan IRGC bergantung pada alokasi hasil pengiriman minyak.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung