Berita, Nasional

Atalia Praratya Kecam Lirik Lagu Bupati Purwakarta, Kemendagri Turun Tangan Panggil Bupati Terkait Polemik Perendahan Perempuan

Repelita.id

04 July 2026 01:52 WIB

Atalia Praratya Kecam Lirik Lagu Bupati Purwakarta, Kemendagri Turun Tangan Panggil Bupati Terkait Polemik Perendahan Perempuan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, kini menghadapi sorotan tajam menyusul kontroversi lirik lagu ciptaannya berjudul Lalaki Langit Lalanang Bejad.

Kementerian Dalam Negeri bahkan menjadwalkan pemanggilan terhadap sang kepala daerah dalam waktu dekat untuk memberikan klarifikasi resmi terkait muatan lagu yang dinilai merendahkan kaum perempuan tersebut.

ADVERTISEMENT

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benny Irwan, menyatakan bahwa pihaknya telah menggelar diskusi internal dan memutuskan untuk segera meminta keterangan langsung dari yang bersangkutan.

Sebagai tindak lanjut, maka dalam waktu dekat Bupati Purwakarta akan dipanggil ke Kemendagri untuk diminta keterangan atau klarifikasi, ungkap Benny, Kamis (3/7/2026).

Hasil dari proses klarifikasi tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi Kemendagri dalam menentukan langkah pembinaan maupun tindakan selanjutnya bagi kepala daerah terkait.

Benny menambahkan, agenda pemanggilan direncanakan berlangsung dalam waktu satu hingga dua hari ke depan.

Menanggapi gejolak yang terjadi, Om Zein telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas diksi dalam lagu yang memicu polemik tersebut.

Kalau untuk kata-kata yang dianggap kontroversi saya minta maaf, ucap Om Zein.

Terkait somasi yang dilayangkan oleh Lembaga Jabar Bantuan Hukum, ia menyatakan akan menempuh jalur konsultasi dengan tim kuasa hukum terlebih dahulu.

Tapi kalau untuk somasi, karena kaitannya ini dengan somasi, saya jadi harus konsultasi dulu dengan lawyer saya, jelasnya.

Om Zein menjelaskan bahwa karya musik tersebut dibuat pada tahun 2020 sebagai refleksi masa muda, jauh sebelum ia menjabat sebagai Bupati Purwakarta pada 2025.

Lagu tersebut kini telah dihapus dari seluruh akun media sosial miliknya sebagai bentuk tanggung jawab atas kegaduhan yang timbul.

Kritik keras sebelumnya juga datang dari anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, yang menyoroti tidak adanya nilai penghormatan terhadap perempuan dalam lirik lagu tersebut.

Jujur saya tidak habis pikir. Sepositif apa pun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan, tulis Atalia melalui akun Instagram pribadinya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung