Berita, Internasional

Awalnya Sok Keras, Kini Trump Minta Sekutu Urus Sendiri Masalah Selat Hormuz Iran

Repelita.id

01 April 2026 22:53 WIB

Awalnya Sok Keras, Kini Trump Minta Sekutu Urus Sendiri Masalah Selat Hormuz Iran
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang awalnya bersikap keras dalam konflik dengan Iran kini mengubah haluan dengan meminta sekutu-sekutunya di Eropa dan kawasan Teluk untuk mengurus sendiri masalah Selat Hormuz, sementara ia bersiap menarik pasukan Amerika dari medan perang.

“Menurutku, dalam dua atau tiga minggu lagi kita akan pergi, karena tidak ada alasan bagi kita untuk melakukan ini. Lihat mungkin begitu saja,” kata Trump dalam jumpa pers di Gedung Putih pada Selasa (31/3/2026).

ADVERTISEMENT

Pernyataan tersebut menandai perubahan sikap drastis Washington yang sebelumnya memimpin operasi militer bersama Israel melawan Iran sejak 28 Februari 2026, kini justru melepaskan tanggung jawab membuka jalur pelayaran strategis tersebut.

Trump mengklaim bahwa berakhirnya perang tidak harus melalui kesepakatan formal dengan Iran dan diplomasi bukanlah syarat utama untuk menghentikan operasi militer.

Satu-satunya tujuan Amerika Serikat menurut Trump adalah memastikan Iran tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan senjata nuklir dalam waktu dekat.

Pembukaan kembali Selat Hormuz yang masih terblokade kini tidak lagi menjadi prioritas utama Washington karena operasi tersebut dinilai terlalu kompleks dan memakan waktu lebih lama dari target perang yang telah ditentukan.

Sebagai gantinya, Trump membuka peluang bagi negara lain termasuk sekutu di Eropa dan kawasan Teluk untuk mengambil peran dalam menjaga jalur pelayaran tersebut.

Padahal sebelumnya Amerika Serikat dengan lantang menolak pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz dan mengecam penutupan jalur vital tersebut.

Kini di tengah tekanan dan kegagalan membuka selat, Trump memilih melempar tanggung jawab kepada sekutu-sekutunya yang justru mulai membangkang seperti Prancis, Italia, dan Spanyol yang menutup wilayah udara mereka untuk pesawat pengangkut senjata Amerika.

Pernyataan Trump ini keluar di saat negara-negara Eropa semakin vokal menolak terlibat dalam konflik yang dinilai mengancam stabilitas energi mereka sendiri.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung