Berita, Nasional

Bahlil Buka Suara Soal Hubungan Prabowo dan Jokowi: Jangan Ada yang Sok Tahu

Repelita.id

10 April 2026 16:53 WIB

Bahlil Buka Suara Soal Hubungan Prabowo dan Jokowi: Jangan Ada yang Sok Tahu
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia angkat bicara mengenai hubungan terkini antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan mengingatkan publik agar tidak berspekulasi.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil dalam Podcast Politik di YouTube Total Politik di mana ia menegaskan hubungan Prabowo dan Jokowi tetap terjalin dengan sangat baik.

ADVERTISEMENT

Bahlil menuturkan bahwa hubungan kedua tokoh bangsa tersebut memiliki dimensi yang tidak bisa dinilai oleh siapapun dari luar.

"Jangan ada yang sok tahu hubungan Prabowo dengan Jokowi. Hubungan Pak Prabowo sama Pak Jokowi itu baik-baik saja, dan sangat baik menurut saya. Mereka punya hubungan yang tidak bisa diketahui oleh siapapun, cuma mereka berdua," ujar Bahlil dikutip pada Jumat (10/4/2026).

"Jadi jangan kita-kita ini merasa lebih tahu. Karena mereka dua ini tokoh bangsa," tambahnya dengan tegas.

Bahlil kemudian menceritakan nilai yang diajarkan orang tuanya tentang pentingnya mengingat jasa budi baik orang lain.

Ia mengaku berasal dari keluarga sederhana dan bukan dari keluarga yang ahli sekolah namun mendapat pesan kuat tentang etika dan loyalitas.

"Tapi ada petuahnya kepada saya, kamu jangan pernah lupakan jasa budi baik orang. Kamu harus ingat itu," tukas Bahlil mengenang pesan orang tuanya.

Ia juga mengaku pernah membaca sebuah buku yang menguatkan pesan tersebut saat masih menjadi aktivis.

"Waktu saya jadi aktivis pernah baca buku, ada satu buku menyatakan begini, jangan pernah kita mengingat kebaikan kita kepada orang lain sekalipun itu besar. Tapi ingatlah kebaikan orang lain kepada kita sekalipun itu kecil," tegas dia.

Bahlil menegaskan bahwa loyalitas tidak cukup hanya disampaikan secara lisan melainkan harus ditunjukkan melalui kerja dan sikap.

"Jadi kita harus loyal kepada pimpinan dan loyal jangan di mulut. Loyal, totalitasnya kerja dan harus tahu etika," imbuhnya.

Ia juga menyinggung sikap orang yang mudah berpindah dukungan ketika kepemimpinan berubah dari satu tokoh ke tokoh lainnya.

"Jangan kita selalu dipertontonkan dengan seolah-olah begitu si A sudah enggak jadi kita lupakan dan ke B, orang seperti ini berpotensi ketika si B enggak jadi lagi dilupakan lagi nanti si C lagi," Bahlil menuturkan.

"Itu manusia Abuleke itu kalau begitu. Nah, saya enggak punya karakter begitu," tambahnya menegaskan prinsipnya.

Sebagai contoh, Bahlil mengaku selalu menyempatkan diri bertemu dengan teman-teman lama ketika pulang ke kampung halamannya di Fakfak.

"Jangankan itu, saya kalau pulang ke Fakfak, minimal satu-setengah jam cari teman-teman yang sudah puluhan tahun temani saya ngopi di terminal bercanda gurau," jelasnya.

Ia menyebut kebiasaan itu sebagai bentuk penghargaan terhadap perjalanan hidupnya dan kontribusi orang-orang di sekitarnya.

"Cerita masa lampau aja. Iya, (dulu) cari uang bareng, abuleke bareng. Karena kita enggak tahu kan mungkin mereka juga punya kontribusi terhadap proses saya seperti ini. Minimal doa (mereka) kan?," bebernya.

Ketua Umum Partai Golkar ini bilang bahwa loyalitas dan penghormatan kepada pemimpin bangsa merupakan prinsip yang ia pegang teguh.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut juga diajarkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto kepada dirinya dan para pembantunya.

"Jadi menurut saya, itulah loyal, taat, totalitas saya bekerja, jadi juga saya harus menghargai pemimpin bangsa dan itu juga diajarkan oleh Pak Prabowo kepada kita," kuncinya mengakhiri pernyataan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung