Berita, Nasional

Banjir Bandang Solok Lumpuhkan Sebelas Kantor Pemerintahan Daerah dan Ratusan Warga Mengungsi

Repelita.id

22 September 2026 20:33 WIB

Banjir Bandang Solok Lumpuhkan Sebelas Kantor Pemerintahan Daerah dan  Ratusan Warga Mengungsi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Wilayah Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat dilanda bencana alam hidrometeorologi berupa hantaman banjir bandang yang memicu kerusakan infrastruktur cukup parah.

Musibah tersebut memicu kepanikan luar biasa bagi ratusan warga perumahan karena terjangan air datang secara mendadak dengan membawa material lumpur.

ADVERTISEMENT

Perkembangan kondisi darurat di lokasi kejadian dilaporkan secara langsung pada hari Selasa tanggal 22 September 2026 melalui tayangan berita kanal YouTube SindoNews.

Jurnalis Budi Sunandar memaparkan bahwa terjangan air bah yang bersumber dari luapan sungai Batang Baliang tersebut melanda wilayah Nagari Kayu Aro Kecamatan Arosuka pada Senin malam.

Dampak terjangan air dengan volume yang sangat besar tersebut merendam perumahan warga serta merusak belasan gedung fasilitas publik.

Tercatat ada 11 instansi kantor dinas pemerintahan daerah setempat yang ikut terendam sisa material banjir bandang termasuk area halaman utama kantor bupati.

Material batu berukuran besar serta endapan lumpur pekat tampak menimbun sebagian bangunan penting seperti kantor DPRD, Dinas Pariwisata, hingga kantor Pekerjaan Umum.

Aparat gabungan dari unsur Brimob Polda Sumbar, TNI, Basarnas, serta BPBD langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyelamatan warga yang terjebak di area pemukiman.

Proses evakuasi ratusan kepala keluarga di perumahan Aroa berlangsung sangat dramatis karena akses jalan utama sempat terputus total oleh arus air.

Pemerintah daerah juga menurunkan dua unit alat berat ke lokasi terdampak guna menyingkirkan timbunan longsor dan membersihkan jalan agar distribusi bantuan tidak terhambat.

Berdasarkan data terkini dari posko darurat, musibah ini mengakibatkan empat orang warga mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Para korban luka saat ini mendapatkan perawatan medis intensif di Rumah Sakit Semen Padang serta Rumah Sakit Umum Daerah Arosuka.

Selain korban luka, tim penyelamat gabungan bersama masyarakat juga berfokus melakukan operasi pencarian terhadap dua orang warga yang dilaporkan hilang misterius.

Petugas pencari fakta di lapangan akhirnya berhasil menemukan salah satu korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa di daerah Jawi-Jawi.

Lokasi penemuan jasad tersebut berada cukup jauh yakni berjarak sekitar 5 km dari titik awal tempat korban dilaporkan hanyut terbawa arus.

"Untuk data sementara ee ada dua orang warga yang dinyatakan hilang dan empat orang yang mengalami luka-luka untuk korban yang hilang satu orang sudah ditemukan ee dalam kondisi meninggal dunia namun belum diketahui identitas partiya empat orang lainnya dirawat di Rumah Sakit Semen Padang dan RSUD Aruta," kata Budi Sunandar dalam laporan visualnya.

Jenazah korban berjenis kelamin laki-laki tersebut langsung dievakuasi ke RSUD Arosuka guna menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh tim medis.

Sementara itu, ratusan warga yang mengungsi kini mulai menempati posko induk penampungan di depan kantor bupati serta beberapa masjid terdekat.

Masyarakat yang berada di pengungsian mengaku sangat mengkhawatirkan adanya potensi kemunculan banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang belum stabil.

Pada siang hari, sebagian warga mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur, namun mereka berencana kembali tidur di pengungsian pada malam hari.

Pihak pemkab Solok memastikan logistik makanan serta fasilitas dapur umum sudah mulai tersedia di posko utama untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung