Repelita [Jakarta] - Tokoh masyarakat adat asal Papua, Yasinta Moiwend, secara tegas membantah berbagai rumor yang menyebut dirinya mendapat tekanan atau intimidasi dari pihak TNI saat melaporkan film Pesta Babi.
Ia menegaskan bahwa keputusannya menempuh jalur hukum di Polda Metro Jaya merupakan inisiatif pribadi demi menjaga kehormatan serta martabat keluarga.
ADVERTISEMENT
TNI tidak jemput saya, tidak ada intimidasi. Kenapa kalian yang repot dengan saya? Saya datang ke Jakarta karena harga diri saya.
Mama Yasinta juga meluruskan kabar bohong terkait pendanaan perjalanannya ke ibu kota yang sempat dituduhkan dibiayai oleh pengusaha tertentu dengan fasilitas mewah.
Dirinya memastikan bahwa seluruh biaya transportasi ditanggung secara mandiri dengan menggunakan maskapai penerbangan komersial biasa.
Itu tidak benar, Nak, itu tidak benar. Saya naik pesawat biasa dengan penumpang. Saya tidak naik kapal ke Merauke atau ke Boven Digoel dengan pesawat helikopter.
Laporan resmi telah didaftarkan pada Jumat (29/5/2026) dengan kuasa hukum TS Hamonangan Daulay yang menunjuk Johnny Teddy Wakum, Ketua LBH Merauke, sebagai terlapor perorangan.
Langkah ini diambil karena film tersebut dianggap menyebarluaskan rekaman aktivitas kebudayaan miliknya tanpa melalui proses perizinan atau koordinasi sebelumnya.
Tanpa izin dari saya, tanpa pembicaraan. Itu penjahat itu mereka! Saya punya wajah ini di mana-mana mereka putar film itu, saya sakit hati. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok