Berita, Peristiwa

Basarnas Ungkap Seluruh Korban Kecelakaan KA Bekasi Timur Perempuan

Repelita.id

28 April 2026 14:12 WIB

Basarnas Ungkap Seluruh Korban Kecelakaan KA Bekasi Timur Perempuan
Foto: Istimewa

Repelita Bekasi - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Mohammad Syafii, mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa seluruh korban dalam kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur berjenis kelamin perempuan.

“Seratus persen yang kita keluarkan perempuan,” kata Mohammad Syafii kepada awak media di lokasi kejadian pada Selasa, 28 April 2026.

ADVERTISEMENT

Tim SAR melakukan proses evakuasi korban sejak peristiwa nahas itu terjadi hingga seluruh penumpang yang terdampak berhasil ditangani dengan baik.

Menurut Syafii, semua korban yang berhasil dievakuasi langsung diserahkan kepada tim medis untuk mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit-rumah sakit rujukan.

“Semua korban yang kita evakuasi, baik secara langsung maupun melalui proses evakuasi lanjutan, sudah diserahkan ke tim medis dan dirujuk ke rumah sakit yang ditentukan,” ujarnya.

Terkait dengan identitas lengpara korban, Syafii menegaskan bahwa hal tersebut sama sekali bukan menjadi kewenangan atau ranah dari Basarnas.

Proses identifikasi secara utuh sepenuhnya berada di bawah otoritas instansi terkait yang berwenang di bidang tersebut.

Ia tidak memperkirakan jumlah pasti korban maupun kondisi terkini secara detail, namun memastikan seluruh proses evakuasi telah sesuai prosedur.

Sementara itu, rincian lengkap data korban berhasil diperoleh dari RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi per pukul 07.11 WIB.

Berikut rincian korban berdasarkan data dari rumah sakit tersebut:

Korban Meninggal Dunia (3 orang):

1. Ny. Nuryati (62) – Kemayoran, Jakarta Pusat

2. Ny. Nurlaela (39) – Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi

3. Ny. Enggar Retno Krisjayanti (35) – Cilacap, Jawa Tengah

Pasien Ibu Hamil di IGD PONEK (2 orang, dinyatakan boleh pulang):

1. Ny. Pamilang Rani Situmorang (35) – Tambun Utara, Kabupaten Bekasi

2. Ny. Rista Triana (35) – Jatinegara, Jakarta Timur

Pasien Rawat Inap (13 orang):

1. Ny. Dewi Suryani – Cikarang, Kabupaten Bekasi

2. Ny. Afna Regita – Cikarang Selatan

3. Ny. Ester Raja Guguk (Fraktur Simpisis Pubis) – Sukatani, Kabupaten Bekasi

4. Ny. Sausan Sarifah (Fraktur Humerus) – Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi

5. Ny. Amalia Khasanah (Trauma Pelvis) – Sukaruhun, Kabupaten Bekasi

6. Tn. Hari Septiansyah (Fraktur Femur) – Cibarusah, Kabupaten Bekasi

7. Tn. Riki (Trauma Thorax) – Teja Timur, Kabupaten Pamekasan

8. Ny. Shofi Salsabila (Pos KLL) – Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi

9. Ny. Siti Maryan (Trauma Panggul) – Cipayung, Jakarta Timur

10. Alivia Abdhea Nasya (Trauma Thorax) – Teja Barat, Kabupaten Pamekasan

11. Ny. Evy (Fraktur Costae) – Cibitung, Kabupaten Bekasi

12. Ny. Nuryati (Trauma Thorax) – Telagamurni, Kabupaten Bekasi

13. Ny. Stevani Sofia (Vulnus Laseratum) – Karang Satria, Kabupaten Bekasi

Pasien Boleh Pulang dari IGD (15 orang):

1. Tn. Ahmad Nur Syahril – Mustikajaya, Kota Bekasi

2. Tn. Moh. Mokhlis Syaiful Oslam – Kabupaten Pamekasan

3. Ny. Mustika Ayu – Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi

4. Tn. Andi Saputra

5. Ny. Leni Julianti – Ciketing, Kota Bekasi

6. Ny. Dewi Sagita – Kebon Bawang, Jakarta Utara

7. Tn. Ahmad Nur Syahril – Pedurenan, Kota Bekasi

8. Tn. Andi Saputra (30) – Ujung Menteng, Jakarta

9. Ny. Iis Subandi (42) – Bekasi Jaya, Kota Bekasi

10. Rivan Mandahara (32) – Kabupaten Sumedang

11. Ayunda Rahmawati (24) – Kabupaten Bekasi

12. Ny. Khoirunisa Ramadani (25) – Kabupaten Bekasi

13. Ny. Yuliana Nur Pratama (24) – Tanpa Identitas (APS)

14. Tn. Boy (63) – Depok

15. Ny. Vira (27) – Kabupaten Bekasi

Catatan medis: Nama Ahmad Nur Syahril dan Andi Saputra tercatat ganda dalam laporan awal IGD RSUD.

Pasien Rujuk ke Rumah Sakit Luar (2 orang):

1. Ny. Evi (52) – Dirujuk ke RS MMC Kuningan Jakarta

2. Ny. Ira Indira (29) – Dalam proses rujuk ke RS Siloam Lippo Cikarang

Pasien Observasi Lanjutan di IGD: 15 Orang

Pasien Baru Tiba di IGD: 1 Orang

Peristiwa ini menjadi perhatian serius publik mengingat kecelakaan terjadi di jalur kereta yang sangat padat penumpang setiap harinya.

Penanganan lanjutan kini difokuskan pada proses identifikasi korban serta penyelidikan mendalam mengenai penyebab kecelakaan oleh pihak yang berwenang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung