Berita, Nasional

Beber Rekam Jejak Sang Diplomat, Anies Baswedan Pasang Badan Bela Dino Patti Djalal Usai Dikerdilkan Seskab Teddy Soal Jabatan Wamenlu Tiga Bulan

Repelita.id

02 June 2026 16:19 WIB

Beber Rekam Jejak Sang Diplomat, Anies Baswedan Pasang Badan Bela Dino Patti Djalal Usai Dikerdilkan Seskab Teddy Soal Jabatan Wamenlu Tiga Bulan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Gelombang pembelaan mengalir pasca-pernyataan miring yang dialamatkan kepada seorang tokoh diplomasi senior terkait durasi masa baktinya di birokrasi kementerian.

Respons dari lembaga kesekretariatan negara yang dinilai menyerang secara personal itu memicu perdebatan luas mengenai indikator kelayakan seseorang dalam memberikan kritik.

ADVERTISEMENT

Situasi ini memantik perhatian dari mantan menteri pendidikan nasional yang langsung memaparkan rekam jejak panjang sang diplomat di panggung internasional.

Melalui pernyataan digital di akun media sosialnya pada Selasa (2/6/2026), mantan kepala daerah itu mengisahkan memori masa lalunya saat masih menempuh studi sarjana.

“Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dengan diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal,” tulis Anies, dikutip Selasa (2/6/2026).

Kontribusi besar sang tokoh juga dibuktikan melalui inisiasi pembentukan wadah perkumpulan warga negara di perantauan saat mengemban tugas di negara adidaya.

“Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat,” lanjut Anies.

Jejak kepemimpinan sang diplomat senior tercatat sangat kokoh sebelum dirinya dipercaya mengemban amanah sebagai wakil menteri luar negeri RI.

Dirinya pernah dipercaya menjadi penyambung lidah kepala negara di istana serta memimpin kantor kedutaan besar republik di Washington DC.

Pasca-pensiun dari kedinasan formal, dirinya mendirikan lembaga kajian kebijakan internasional independen terbesar di tanah air guna menggembleng generasi penerus.

Oleh sebab itu, pengabdian puluhan tahun dalam mengawal kepentingan nasional di forum global dinilai tidak dapat direduksi hanya berdasarkan hitungan bulan jabatan. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung