Repelita Jakarta - Sekretaris Angkatan Darat Amerika Serikat, Daniel Driscoll, dikabarkan memilih melepaskan jabatannya menyusul konflik berkepanjangan dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Gedung Putih tidak memberikan bantahan resmi ketika dikonfirmasi oleh media setempat mengenai surat pengunduran diri yang dilayangkan oleh pejabat tinggi militer tersebut.
ADVERTISEMENT
Juru bicara kepresidenan, Anna Kelly, menyampaikan apresiasi atas kinerja serta dedikasi sang pejabat dalam menjalankan seluruh instruksi strategis panglima tertinggi.
"Sekretaris Driscoll sangat efektif dalam memajukan agenda Presiden Trump untuk 'Make America Strong Again' di Kementerian Angkatan Darat. Ia memberikan kepemimpinan luar biasa selama operasi militer bersejarah, mengembalikan fokus pada kesiapan dan daya tempur, serta membantu negosiasi antara Rusia dan Ukraina," ujar Juru Bicaranya, Anna Kelly, dalam sebuah pernyataan resmi.
Pihak istana menilai institusi militer darat kini berada pada posisi yang jauh lebih tangguh berkat sinergi erat bersama jajaran pemerintahan tertinggi negara.
"Angkatan Darat Amerika Serikat kini menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya berkat kerja samanya dengan Panglima Tertinggi dan Menteri Perang," tambahnya.
Kantor berita Reuters melaporkan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian definitif apakah pimpinan tertinggi negara telah resmi menyetujui surat pengunduran diri tersebut.
Sementara itu, pihak institusi militer darat secara tegas memilih bungkam dan menolak memberikan tanggapan apapun kepada awak media yang meliput.
Pejabat yang merupakan mantan rekan kuliah Wakil Presiden JD Vance itu menambah panjang daftar petinggi pertahanan yang tersingkir di bawah kepemimpinan Hegseth.
Gelombang pembersihan internal sebelumnya telah menimpa Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George serta Komandan Komando Eropa Jenderal Christopher Donahue.
Menteri pertahanan juga dilaporkan telah mendepak sejumlah perwira tinggi bintang empat lainnya, termasuk Kepala Staf Angkatan Laut John Phelan beberapa waktu lalu.
Berdasarkan keterangan narasumber internal, konflik bermula ketika Driscoll menyampaikan keberatan serius mengenai arah transformasi serta kesiapan tempur pasukan.
Kebijakan pimpinan pertahanan yang gemar mendepak para jenderal lapangan dinilai justru menghambat upaya modernisasi dan penataan strategi pertahanan negara.
Ketegangan semakin memuncak lantaran menteri pertahanan memandang figur sang sekretaris sebagai pesaing birokrasi yang harus segera disingkirkan dari posisinya.
Kendati demikian, kedekatan khusus dengan lingkaran wakil presiden sempat menjadi perisai pelindung yang membuat rencana penyingkiran tersebut tertunda beberapa waktu.
Sosok pejabat militer tersebut sebelumnya sempat menarik perhatian publik internasional ketika dilibatkan langsung dalam misi diplomasi penyelesaian konflik Ukraina.
Karier militernya diwarnai pengalaman penugasan di medan pertempuran Irak sebelum akhirnya beralih ke dunia politik dan tim pemenangan pemilu. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok