Repelita Jakarta - Industri hiburan nasional mendadak dikejutkan oleh kemunculan isu hukum yang menyeret nama penyanyi muda berbakat Betrand Peto.
Pemuda yang selama ini berada di bawah naungan keluarga presenter Ruben Onsu tersebut dikabarkan resmi dilaporkan atas dugaan tindak kekerasan seksual.
ADVERTISEMENT
Laporan polisi yang melibatkan pemuda berusia dua puluh satu tahun itu dilayangkan ke Mapolda Metro Jaya pada hari Sabtu tanggal 12 September 2026.
Menanggapi badai pemberitaan yang kian miring menghantam putranya, Ruben Onsu akhirnya angkat bicara melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (13/9/2026).
Dalam pernyataan resminya, ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat luas atas kegaduhan yang ditimbulkan dari kabar tersebut.
Ia memilih untuk tidak gegabah menyikapi situasi dan bertekad mengumpulkan keterangan utuh langsung dari pihak-pihak yang berada di lokasi kejadian.
Langkah objektif ini ditempuh agar keluarga mendapatkan gambaran fakta yang akurat serta terhindar dari bias informasi liar di ruang publik.
Pihaknya berjanji akan bersikap kooperatif penuh serta berkomitmen tidak akan menutup-nutupi kebenaran apabila proses hukum telah membuktikannya.
Di tengah gelombang dukungan, unggahan tersebut juga menuai kritik dari warganet yang menilai langkah klarifikasi terbuka tidak perlu dilakukan.
Salah satu komentar pedas warganet bahkan direspons langsung oleh sang presenter melalui fitur cerita Instagram miliknya guna meluruskan duduk perkara.
“Apa2 dijelasin di umum butuh validasi kah? Semua hal keluarga tidak perlu di publikasikan,” tulis seorang netizen.
Tanggapan tegas langsung diberikan untuk menegaskan bahwa penjelasan tersebut murni merupakan bentuk penggunaan hak jawab di tengah terpaan informasi publik.
“Saya post bukan klarifikasi tapi menjelaskan kalau kami perlu mencari keterangan yang valid saat kejadian karena itu semua untuk menghindari salah paham dan bisa menyelesaikan dengan benar,” balasnya.
Ia menambahkan bahwa sikap diam bukanlah pilihan yang bijak mengingat masifnya pemberitaan yang telanjur beredar luas di tengah masyarakat.
“Saya setuju untuk tidak share, tapi ini pemberitaannya sudah tersebar, jadi kami menggunakan hak jawab kami, dan ini kami juga belum menceritakan apa-apa hanya memohon maaf untuk bersabar karena kami juga perlu mengumpulkan siapa saja yang ada disana ??,” tegasnya.
Pihaknya memastikan akan tetap menjaga prinsip keadilan tanpa membenarkan tindakan yang salah ataupun menyalahkan pihak yang berada di posisi benar.
“Saya pun tidak membenarkan untuk sesuatu yang salah dan saya juga tidak menyalahkan untuk sesuatu yang benar, jadi pola fikir untuk tidak menjelaskan atas pemberitaan yang ramai itu tidak tepat, jd netizen juga akan bisa melihat dari dua belah pihak. Tenang kami belum bicara apa-apa kok. JANGAN PANIK YA !!!,” jelasnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok